• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

4 Fase Penting Sejarah Pertambangan Batu Bara di Indonesia

By adminmsi In Uncategorized

17

Dec
2018
  1. Sebelum tahun 1941

– Awal dibukanya tambang-tambang batubara modern:
◦ Ombilin – tambang bawah tanah
◦ Tanjung Enim – tambang terbuka
◦ Tepi sungai Mahakam – tambang bawah tanah

– Pemakai batubara: transportasi (kereta api), pabrik semen, industri manufaktur dan industri kecil – terutama di sekitar tambang batubara.

– Pabrik Semen Padang dibangun tahun 1910 menggunakan batubara dari Ombilin.

– Produksi meningkat hingga mencapai sekitar 2 juta ton/tahun.

  1. Antara 1941 sampai tahun 1974

– Pendudukan Jepang mengambil alih tambangtambang yang ada dan dimanfaatkan untuk keperluan perang.

– Setelah kemerdekaan dan nasionalisasi pada pertengahan tahun 50-an, produksi menurun karena pemakai batubara mulai berkurang dan kekurangan tenaga ahli, walaupun ada bantuan teknik dari Polandia pd awal tahun 60-an.

– Batubara mulai ditinggalkan, diganti oleh minyak.

– Tingkat produksi mencapai titik terrendah pada tahun 1969 (sekitar 200 ribu ton/tahun).

– Awal tahun 70-an krisis minyak membuat perhatian kembali ke batubara.

  1. Antara 1974 sampai tahun 1991

– Kontrak karya pertama dengan Shell Mijnbouw – di Sumatera Selatan, sekitar Tanjung Enim pada tahun 1974 – berakhir tahun 1978 tanpa kelanjutan.

– Awal 80-an proyek terpadu pengembangan tambang Bukit Asam, jalur kereta api dari Tanjung Enim ke Tarahan (Lampung) dan PLTU Suralaya.

– PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) terpisah dari PN Tambang Batubara.

– PN Tambang Batubara menandatangani kontrak kerjasama (KKS) dengan perusahaan asing untuk pengembangan pertambangan batubara di berbagai tempat di Kalimantan dan Sumatra.

– Tahun 1990 – PN Tambang Batubara dibubarkan dan dilebur ke PTBA

– Tahun 1990 beberapa tambang KKS telah memasuki tahap operasi produksi

  1. Sejak 1991

– Produksi batubara Indonesia terus meningkat secara signifikan terutama dari tambangtambang milik PTBA dan KKS.

– Tahun 1995 PTBA tidak lagi sebagai prinsipal KKS – diambil alih oleh pemerintah – menjadi PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara).

– Sampai saat ini sudah 3 generasi PKP2B

– Kebutuhan domestik meningkat dengan dibangunnya PLTU-PLTU baru.

– Ekspor juga meningkat dengan pesat sejalan dengan berkembangnya negara-negara industri baru di Asia Timur.

#sejarah #pertambangan #batubara #indonesia #minelogservicesindonesia#mining #coal #4fase

Leave a reply