• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

Apa Itu Batubara? Yuk, Kita Belajar Teorinya

By adminmsi In Uncategorized

11

Feb
2019

Secara teori, batubara adalah sebutan untuk batuan yang mudah terbakar. Biasanya, lebih dari 50% sampai 70% berat volumenya merupakan bahan organik yang isinya adalah material karbonan, termasuk inherent moisture.

Batubara, proses pembentukannya dimulai dari bahan organik, utamanya adalah tumbuhan. Bisa berasal dari berbagai jenis, seperti jejak kulit pohon, daun, akar, struktur kayu, spora, polen, damar, dan lain-lain.
Bahan organik tersebut kemudian mengalami berbagai tingkat pembusukan (dekomposisi), sehingga menyebabkan perubahan sifat-sifat fisik maupun kimia baik sebelum ataupun sesudah tertutup oleh endapan lainnya.

Terbentuknya batubara menjadi batuan yang mudah terbakar, dilalui dengan cara yang sangat kompleks dan memerlukan waktu yang lama (puluhan sampai ratusan juta tahun).

Prosesnya di bawah pengaruh fisika, kimia ataupun juga dipengaruhi oleh proses-proses geologi. Ada dua teori mengenai tempat terbentuknya batubara, yaitu Teori Insitu dan Teori Drift.

Teori Insitu, adalah teori ini menyatakan bahwa bahan-bahan pembentuk lapisan batubara terbentuk di tempat dimana tumbuhan asal itu berada, setelah tumbuhan itu mati, dan belum mengalami transportasi, segera tertutup oleh lapisan sedimen dan mengalami proses pembatubaraan (coalification).

Jenis batubara yang terbentuk dengan cara ini mempunyai penyebaran luas dan merata. Kualitasnya juga lebih baik karena kadar abunya relatif kecil.

Teori Drift. Berdasarkan teori ini, bahan-bahan pembentuk lapisan batubara terjadi di tempat yang berbeda dengan tempat tumbuhan semula hidup dan berkembang.

Tumbuhan yang telah mati diangkut oleh media air dan berakumulasi di suatu tempat, tertutup oleh batuan sedimen dan mengalami proses pembatubaraan (coalification).

Jenis batubara yang terbentuk dengan cara ini mempunyai penyebaran yang tidak luas, tetapi dijumpai di beberapa tempat, dan kualitasnya kurang baik karena banyak mengandung material pengotor yang terangkut bersama selama proses pengangkutan dari tempat asal tumbuhan ke tempat sedimentasi.

Proses pembentukan batubara itu sendiri, dimulai sejak periode pembentukan Karbon (Carboniferous Period) atau dikenal sebagai zaman batubara pertama yang berlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahun yang lalu.

Kualitas dari setiap endapan batubara ditentukan oleh suhu dan tekanan serta lama waktu pembentukan, yang disebut sebagai maturitas organik.

Proses awalnya, endapan tumbuhan berubah menjadi gambut, yang selanjutnya berubah menjadi batubara muda (lignit) atau disebut pula batubara coklat (brown coal). Batubara muda adalah batubara dengan jenis maturitas organik rendah.

Lebih detail lagi, proses pembentukan batubara terdiri dari dua tahap. Yaitu tahap biokimia (penggambutan) dan tahap geokimia (pembatubaraan).

Tahap penggambutan (peatification) adalah tahap dimana sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi tersimpan dalam kondisi reduksi di daerah rawa dengan sistem pengeringan yang buruk dan selalu tergenang air pada kedalaman 0,5 – 10 meter.

Material tumbuhan yang busuk ini melepaskan H, N, O, dan C dalam bentuk senyawa CO2, H2O, dan NH3 untuk menjadi humus. Selanjutnya oleh bakteri anaerobik dan fungi diubah menjadi gambut.

Tahap pembatubaraan (coalification) merupakan gabungan proses biologi, kimia, dan fisika yang terjadi karena pengaruh pembebanan dari sedimen yang menutupinya, temperatur, tekanan, dan waktu terhadap komponen organik dari gambut.

Pada tahap ini persentase karbon akan meningkat, sedangkan presentase hidrogen dan oksigen akan berkurang. Proses ini akan menghasilkan batubara dalam berbagai tingkat kematangan material organiknya mulai dari lignit, sub bituminus, bituminus, semi antrasit, antrasit, hingga meta antrasit.

Meningkatnya peringkat batubara dari lignit hingga berubah menjadi subbitumin dan antrasit disebabkan oleh kombinasi antara proses fisika dan kimia serta aktifitas biologi.

PT. Minelog Services Indonesia (MSI) adalah perusahaan yang menjadi bagian dari Persadana Grup. Selama puluhan tahun, Persada Group telah dikenal memiliki pengalaman dan profesional dalam bisnis pertambangan dan energi.

PT MSI sendiri, secara khusus memberikap servis pada eksplorasi pertambangan dan ekploitasinya. Terutama, pada pertambangan batubara dan/atau kandungan mineral lainnya.

Didukung oleh para profesional dan ahli di bidangnya, PT MSI telah membuktikan kemampuan pelayanan di bidang eksplorasi selama lebih dari 10 tahun, dengan berbagai rekam jejak proyek eksplorasi yang sukses.

(dihimpun dari berbagai sumber)

Leave a reply