• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

Facebook Posts

Memahami Posisi Perizinan Pada Sengketa Lingkungan (1)

Indonesia telah mensepakati adanya action plan berupa kebijakan pembangunan berkelanjutan. Bahwa, pembangunan dilakukan tidak semata berorientasi pada kepentingan ekonomi saja. Tetapi juga masa depan lingkungan.

Untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan, dibutuhkan pendekatan ekosistem dengan melihat interdepedensi dari setiap komponen ekosistem. Agar keberlanjutan tetap terjaga, harus ada komitmen antara setiap komponen penyangga kehidupan dan campur tangan pemerintah, dengan melibatkan lembaga swadaya masyarakat.

Dunia usaha selama ini sering dituduh sebagai pelaku yang menimbulkan kerusakan dan pencemaran. Karenanya, harus dipahamkan bahwa tanggung jawabnya terhadap lingkungan dapat diwujudkan dalam bentuk membayar kompensasi jasa lingkungan, yang nantinya dapat digunakan untuk membiayai pemulihan lingkungan yang rusak atau tercemar.

Di samping itu, untuk menuju hubungan lembaga Negara yang seimbang, dibutuhkan checks and balances agar kepentingan antar lembaga Negara dapat dipelihara dengan baik.

Di negara-negara maju, biaya kebijakan lingkungan jauh-jauh hari sudah dipikirkan dampaknya dan dianggarkan dalam rencara pembiayaan dan pengeluaran oleh pemerintah, penentu kebijakan ataupun perusahaan yang telah diberi izin untuk melakukan kegiatan usaha, baik dalam bidang usaha industri atau pertambangan yang melakukan kegiatan eksplorasi maupun ekspoitasi yang berkaitan lingkungan.

Jika terdapat permasalahan yang berkaitan dengan perizinan yang diberikan, perusahaan bersedia menanggung kompensasi dan jauh-jauh hari perusahaan juga mengeluarkan secara rutin untuk pembiayaan lingkungan.

Kebijakan perizinan lingkungan berkaitan dengan kebijakan peraturan/hukum (legal policy) diartikan sebagai peraturan yang seharusnya dibuat dan dilaksanakan, dengan disertai pembinaan aparat pelaksana.

Dalam paham neoliberal, investor dianggap raja. Investor diyakini dapat mengatasi problem pengangguran, membawa kemajuan, dan kesejahteraan. Apapun kemauannya berusaha dipenuhi dari peroalan regulasi, perizinan, insentif dan kemudahan lain.

Hukum sering dianggap sebagai faktor eksternal yang perlu disiasati. Dalam rangka pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, peran hukum atau kebijakan justru dibutuhkan.

Karena itu harus ditegaskan pijakan prinsip-prinsip pembaangunan secara komprehensif, mengingat sampai sekarang belum terdapat kajian pengembangan hukum atau kebijakan dan ekonomi secara utuh.

Kebijakan perizinan lingkungan yang berkaitan dengan kepentingan investasi disorot karena dianggap mempunyai andil besar yang menyebabkan krisis lingkungan.

Karenanya, perusakan dan pencemaran bidang lingkungan yang dilakukan pelaku usaha/industri, dapat ditelusuri dari berbagai kebijakan pemberian perizinan lingkungan yang telah diberikan. Misalnya, izin pendirian pabrik, pembukaan lahan, izin tambang batubara, dan lain-lain.

Penelitian Disertasi Edy Lisdiyono (2008) menunjukan bahwa kebijakan hukum tata ruang, berupa Perda tentang Rencana Tata Ruang, dalam tataran normatif dibuat untuk meligitimasi kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan pasar/ekonomi.

Hal ini, salah satunya terlihat melalui adanya Perda yang melegalkan kawasan konservasi (perbukitan, kawasan resapan air dan kawasan pesisir pantai) yang dilegalkan untuk kepentingan investasi.

Dampaknya menimbulkan kerusakan lingkungan yakni tanah longsor, banjir dan banjir air pasang (rob). Lebih dari itu, hal ini juga menimbulkan Konflik antara masyarakat dengan perusahaan dan pemerintah, terutama dalam pembasan lahan dan terjadinya kerusakan/pencemaran lingkungan.

Perizinan lingkungan juga berpotensi menimulkan korupsi, seperti yang dilakukan salah satu Wali Kota yang ditangkap KPK karena diduga terlibat suap rekomendasi AMDAL perizinan pembangunan pusat perbelanjaan.

Dalam banyak kasus, perizinan dan penyusunan dokumen AMDAL yang harus dilengkapi dengan persetujuan masyarakat, sering dimanipulasi untuk memenuhi ketentuan administrasi perizinan lingkungan.

(bersambung)

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Mengenal Jenis dan Klasifikasi Kecelakaan Pada Pertambangan (3)

Frank Bird berdasarkan Teori Domino Heinrich memperbaiki/menyempurnakan teori tersebut dengan menggambarkan hubungan langsung antara manajemen dengan penyebab kecelakaan.

Apabila manajemen tidak memiliki kontrol yang baik terhadap setiap level, maka akan dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan

Berkaitan dengan risiko K3 ini, pengendalian risiko bisa dilakukan dengan mengurangi kemungkinan dan keparahan. Pengendalian risiko bisa mengikuti hirarki sebagai berikut:

1. Eliminasi

Eliminasi adalah teknik pengendalian bahaya dengan menghilangkan sumber bahaya. Misalnya lubang di jalan ditutup, ceceran minyak di lantai dibersihkan, mesin yang bising dimatikan.

Cara ini sangat efektif karena sumber bahaya dieliminasi sehingga potensi resiko dapat dihilangkan. Teknik ini menjadi pilihan utama dalam hirarki pengendalian resiko.

2. Substitusi

Substitusi adalah teknik pengendalian bahaya dengan mengganti alat, bahan, sistem atau prosedur yang berbahaya dengan yang lebih aman atau lebih rendah bahayanya.
Teknik ini banyak digunakan, misalnya untuk bahan kimia berbahaya dalam proses produksi bisa diganti dengan bahan kimia lain yang lebih ramah terhadap lingkungan.

3. Pengendalian Teknis/Engineering Control

Sumber bahaya juga bisa berasal dari peralatan atau sarana teknis yang ada di lingkungan kerja. Karena itu, pengendalian bahaya dapat dilakukan melalui perbaikan pada desain, penambahan peralatan dan pemasangan peralatan pengaman.

Sebagai contoh, mesin yang bising dapat diperbaiki secara teknis. Misalnya dengan memasang peredam suara sehingga tingkat kebisingan dapat ditekan.

4. Pengendalian Administratif

Pengendalian bahaya juga dapat dilakukan secara administratif. Misalnya dengan mengatur jadwal kerja, istirahat, cara kerja atau prosedur kerja yang lebih aman, rotasi atau pemeriksaan kesehatan.

5. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

Dalam konsep K3, penggunaan APD merupakan pilihan terakhir dalam pencegahan kecelakaan. Hal ini disebabkan karena APD bukan untuk mencegah kecelakaan (reduce likelihood). Namun hanya sekedar mengurangi efek atau keparahan kecelakaan (reduce consequences).

Sebagai contoh, seseorang yang menggunakan helm keselamatan bukan berarti bebas dari bahaya tertimpa benda. Namun jika ada benda jatuh, kepalanya akan terlindung sehingga keparahan dapat dikurangi. Akan tetapi, jika benda yang jatuh sangat berat atau dari tempat yang tinggi, topi tersebut mungkin akan pecah karena tidak mampu menahan beban.

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Mengenal Jenis dan Klasifikasi Kecelakaan Pada Pertambangan (2)

Hasil suatu penelitian terhadap kecelakaan tambang menunjukan bahwa dari kejadian, hampir sebagian besar kecelakaan akan timbul suatu kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan alat.

Selanjutnya, situasi itu akan menimbulkan kecelakaan yang berakibat cidera ringan, dan pada akhirnya akan timbul cidera berat bahkan fatal.

Menurut teori domino effect kecelakaan kerja, kecelakaan terjadi melalui hubungan mata-rantai sebab-akibat dari beberapa faktor penyebab kecelakaan kerja yang saling berhubungan sehingga menimbulkan kecelakaan kerja (cedera ataupun penyakit akibat kerja/PAK) serta beberapa kerugian lainnya.

Terdapat faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja, antara lain penyebab langsung kecelakaan kerja, penyebab tidak langsung kecelakaan kerja dan penyebab dasar kecelakaan kerja.

Menurut teori efek domino H.W Heinrich, bahwa kontribusi terbesar penyebab kasus kecelakaan kerja adalah berasal dari faktor kelalaian manusia , yaitu sebesar 88%. Sedangkan 10% lainnya adalah faktor ketidaklayakan properti/aset/barang dan 2% faktor lain-lain.

Penyebab langsung kecelakaan adalah pemicu yang langsung menyebabkan terjadinya kecelakaan. Misalnya terpeleset karena ceceran minyak di lantai.

Penyebab tidak langsung (basic causes) merupakan faktor yang turut memberikan kontribusi terhadap kejadian tersebut. Misalnya dalam kasus terpeleset tersebut adalah adanya bocoran atau tumpahan bahan, kondisi penerangan tidak baik, terburu-buru atau kurangnya pengawasan di lingkungan kerja.

Sebab langsung hanyalah sekedar gejala bahwa ada sesuatu yang tidak baik dalam organisasi yang mendorong terjadinya kondisi tidak aman. Karena itu, dalam konsep pencegahan kecelakaan, adanya sebab langsung harus dievaluasi lebih dalam untuk mengetahui faktor dasar yang turut mendorong terjadinya kecelakaan.

Di samping faktor manusia, ada faktor lain, yaitu ketimpangan sistem manajemen seperti perencanaan, pengawasan, pelaksanaan, pemantauan dan pembinaan.

Dengan demikian, penyebab kecelakaan tidak selalu tunggal tetapi bersifat multi kausal. Sehingga penanganannya harus secara terencana dan komprehensif yang mendorong lahirnya konsep sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

(bersambung)

Kunjungi Kami di minelog-services.com

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Jika Kamu ingin meraih hal - hal besar, maka Kamu harus keluar dari Zona Nyaman, berusaha lebih keras dan menjangkau lebih tinggi

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Mengenal Jenis dan Klasifikasi Kecelakaan Pada Pertambangan (1)

Dalam aktifitas hariannya di lapangan, dunia pertambangan juga memiliki risiko. Baik risiko pada peralatan atau risiko yang menimpa langsung para pekerjanya. Ini disebut sebagai kecelakaan.

Secara umum, penjelasan tentang arti kecelakaan atau Accident adalah suatu kejadian yang tidak direncanakan, tidak dikendalikan dan tidak diinginkan yang mengakibatkan cideranya seseorang, kerusakan alat, produksi terhenti, dan bahkan ketiga-tiganya.

Sementara, di dunia tambang juga dikenal dengan adanya situasi Bahaya atau Hazard. Secara umum, bahaya di sini diartikan sebagai suatu kondisi yang berpotensi untuk terjadinya suatu kecelakaan terhadap pekerja, peralatan, bahan-bahan atau lingkungan.

Sementara, yang dimaksud dengan Risiko atau Risk adalah kemungkinan kecelakaan (cidera pada manusia, kerusakan pada alat/proses/lingkungan sekitar) yang dapat terjadi karena suatu bahaya.

Jadi, arti dari Kecelakaan tambang atau Mining accident adalah situasi yang terjadi pada pekerjaan/kegiatan pertambangan dalam waktu mulai masuk sampai mengakhiri jam kerja.

Karenanya, untuk disebut sebagai Kecelakaan tambang (Mining Accident) setidaknya harus memenuhi lima unsur. Kelima unsur ini diatur dalam Keputusan Menteri No. 555 K/26/MPE/1995 Pasal 39, yaitu:

Benar-benar terjadi
Kecelakaan tersebut mengakibatkan cidera pekerja tambang atau orang yang diberi izin oleh kepala teknik tambang
Akibat kegiatan usaha pertambangan
Terjadi pada jam kerja.
Dalam wilayah KP/KK. (bersambung)
Dalam kecelakaan tambang, juga terdapat Klasifikasi Kecelakaan Tambang yang aturannya telah ditentukan oleh Keputusan Menteri No 555.K.26/MPE/1995, Pasal 40, yaitu:

a. Cidera Ringan

Cidera akibat kecelakaan tambang adalah cidera yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula lebih dari 1 hari dan kurang dari 3 minggu, termasuk hari minggu dan hari libur.

b. Cidera Berat

1) Cidera akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula selama lebih dari 3 minggu termasuk hari minggu dan hari-hari libur.

2) Cidera akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang cacat tetap (invalid) yang tidak mampu menjalankan tugas semula.

Adapun cidera akibat kecelakaan tambang yang tidak tergantung dari lamanya pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula, termasuk mengalami cidera diantaranya adalah:

Keretakan tengkorak kepala, tulang punggung, pinggul, lengan bawah, lengan atas, paha atau kaki.
Pendarahan di dalam, atau pingsan disebabkan kekurangan oksigen
Luka berat atau luka terbuka/terkoyak yang dapat mengakibatkan ketidak mampuan tetap
Persendian yang lepas di mana sebelumnya tidak pernah terjadi
Termasuk dalam klasifikasi Kecelakaan berat adalah Mati, yaitu kecelakaan tambang yang mengakibatkan pekerja tambang mati dalam waktu terhitung dari waktu terjadinya kecelakaan tersebut.

(bersambung)

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Pentingnya Teknologi Alat Berat Bagi Pertambangan Batubara

Sebelum revolusi industri, pada periode awal pertambangan batubara, para penambang menggunakan tangan dalam melakukan pekerjaannya. Kemudian, berkembang dengan menggunakan kapak yang berujung runcing, serta sekop.

Revolusi industri membuat dunia pertambangan batubara berkembang. Teknologi membawa perubahan yang sangat signifikan pada pekerjaan pertambangan batubara.

Pada masa revolusi industri, teknologi pertama yang ditemukan adalah mesin pemotong batubara dan mesin keruk uap. Alat ini didesain untuk pertambangan batubara yang membuat pekerjaan menjadi lebih efisien.

Selama abad 20, peningkatan dalam desain peralatan berdampak pada peningkatan yang signifikan dalam produksi dan keselamatan.

Saat ini, perkembangan baru dalam teknologi mendorong kinerja dan manajemen material ke tingkat yang semakin tinggi. Terutama, penerapan teknologi di pertambangan terbuka atau pertambangan permukaan untuk batubara.

Dengan teknologi terbaru, para penambang bisa memusatkan perhatian untuk memindahkan sebagian besar material secepat dan seaman mungkin.

Misalnya, ketika operator dragline berupaya untuk mengekstrak bahan bakar, mereka dapat hanya melihat sekilas tampilan dalam kabin yang menampilkan posisi bucket dan tabung terkait dengan rencana desain.

Mereka juga bisa menentukan apakah setiap titik penggalian berada di atas atau di bawah rencana.

Teknologi saat ini sangat membantu mereka memindahkan material secara akurat dan efisien. Data kesehatan alat berat juga sudah tersedia di dalam kabin, sehingga operator dapat mengidentifikasi potensi masalah. Misalnya, kemiringan karena pad yang tidak stabil, sehingga bisa bertindak dengan cepat untuk mencegah kegagalan.

Alat monitoring produksi juga berkembang. Terutama dalam memberikan informasi langsung tentang aktivitas dragline kepada perencana lokasi tambang, hingga ke setiap lokasi pemuatan dan pembuangan bucket.

Dengan memonitoring kinerja, produktivitas dan muatan, mereka dapat mengoptimalkan output dragline dan meminimalkan biaya pengoperasian. Beberapa pertambangan bahkan menggunakan jenis informasi ini untuk tujuan pengajaran—mengidentifikasi operator yang membutuhkan pelatihan tambahan dan membantu mereka memahami bagaimana variasi dalam praktik pengoperasian dapat mempengaruhi produksi dragline dan manajemen material.

Operator dari peralatan pendukung—dozer, grader, excavator, loader dan alat berat lain yang menghilangkan lapisan penutup dan memuatkan batu bara untuk dibawa—memiliki teknologi yang sama.

Sistem panduan alat berat on-board mengirimkan informasi waktu nyata yang dapat mereka gunakan untuk memonitor badan bijih, ketinggian teras (bench), waktu siklus dan volume material yang dipotong dan diisikan.

Dan perencana tambang dapat menggunakan sistem ini untuk memetakan area tambang, membuat model medan, menemukan posisi alat berat, dan melacak volume dan produktivitas dengan keakuratan yang lengkap.

Di luar manajemen dan produktivitas material yang lebih baik, manfaat penting lainnya dari teknologi baru yang ada dewasa ini adalah keselamatan—prioritas utama di lokasi tambang batu bara di seluruh dunia.

Banyak alat berat memiliki tampilan digital dalam kabin untuk zona hindaran dan permukaan, serta alat lain yang memberi peringatan kepada pekerja tentang situasi berbahaya sebelum kecelakaan benar-benar terjadi.

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Sejarah Pertambangan Batubara di Kalimantan Timur (3)

Eksploitasi di sektor pertambangan, terutama batubara di Kalimantan Timur meningkat. Terutama pada era reformasi. Masa booming hasil hutan berakhir. Fenomena ini memunculkan persoalan baru. Juga, potensi konflik yang tadinya berasal dari sektor kehutanan, bergeser ke sektor pertambangan.

Aktivitas kehutanan sejak tahun 2000 berkurang jauh karena semakin sempitnya kawasan hutan yang dapat dieksploitasi. Regulasi juga semakin ketat. Termasuk, adanya tekanan dari masyarakat global akibat dampak dari pemanasan global yang semakin memprihatinkan.

Pada tahun 2010, sekitar 10.000 ha lahan pertanian berubah menjadi areal pertambangan. Ini menjadi hal yang cukup ironis di Kalimantan Timur. Salah satunya, produksi padi di Kalimantan Timur pada tahun 2010 tersebut hanya mencapai 341.627 ton. Sementara kebutuhan konsumsi padinya mencapai 401.216 ton.

Kondisi ini menjadi ancaman bagi lingkungan dan pangan. Disebut demikian karena lingkungan menjadi rusak akibat tambang terbuka. Sementara produksi pangan juga berkurang akibat terjadinya peralihan fungsi lahan dari lahan pertanian ke tambang.

Ini juga mengakibatkan kebutuhan konsumsi padi untuk Kalimantan Timur, saat itu harus didatangkan dari Jawa dan Sulawesi sekitar 59.589 ton (Jatam 2011).

Lahan persawahan yang seyogyanya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi padi banyak dialihfungsikan menjadi areal pertambangan.

Oleh sebab itu, berbahaya bagi ketersediaan pangan di Kalimantan Timur kalau produksi di tempat lain mengalami gangguan di tengah-tengah dukungan pemerintah terhadap petani padi yang tidak signifikan terhadap pertanian. Juga gangguan dari perubahan iklim yang ekstrim.

Apabila pemerintah Kalimantan Timur tidak mengantisipasi, atau melakukan kebijakan melarang perubahan fungsi lahan pertanian menjadi kawasan pertambangan,Kalimantan Timur bisa saja mengalami krisis pangan.

Pengonversian lahan pertanian menjadi kawasan pertambangan, terjadi karena di bawah lahan pertanian –dan bahkan di bawah permukiman penduduk– terdapat kandungan batubara.

Dengan kenyataan itu, petani banyak yang menjual lahan pertaniannya ke perusahaan tambang. Hal ini tidak bisa dilarang sebab menjadi hak petani untuk menjual lahannya kepada pengusaha tambang.

Begitu mudahnya menemukan batubara di Bumi Kalimantan, sehingga tidak aneh kalau seluruh wilayah Desa Teluk Dalam, Kabupaten Kutai Kertanegara misalnya, juga dilapisi oleh batubara.

Karena itulah, penambangan batubara di Provinsi Kalimantan Timur perlu disikapi dengan bijaksana. Suatu saat, desa-desa di sana bisa hilang dan tinggal kenangan.

Meskipun, sumber daya alam yang ada di Kalimantan Timur telah memberikan kontribusi yang dominan kepada PDRB Provinsi Kalimantan Timur. Kontribusi minyak dan gas serta industri pengolahan pada PDRB Kalimantan Timur mencapai 76%.

Apabila sektor ini tidak ditangani dengan baik, perekonomian daerah akan terganggu. Sebab, sedikit saja terjadi goncangan pada sektor ini, akan berdampak pada perekonomian daerah yang akan menurun.

Kontribusi dari migas sendiri pada pembentukan PDRB Provinsi Kalimantan Timur tahun 2009 sekitar 44.8%. Di mana, PDRB harga konstan dengan Migas mencapai 77.372 juta rupiah. Sementara tanpa Migas, hanya 42.724 juta rupiah (Bappeda Provinsi
Kalimantan Timur 2010).

Sementara, sektor pertambangan memberikan kontribusi terbesar, yakni 45,8% dalam pembentukan PDRB Kalimantan Timur tahun 2008. Angkanya mencapai Rp315 triliun.

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

2 weeks ago

Minelog Services Indonesia

Salah satu faktor yang paling mendorong Kita menuju keberhasilan adalah optimisme. Mungkin salah satu alasan untuk ini adalah bahwa optimis melihat hal yang Kita alami sebagai pembelajaran. Lalu, meningkatkan keberanian dan keuletan untuk tetap di jalur menuju tujuan yang ingin digapai.

Optimis, Harapan dan Keberanian bisa meraih segala cita dan tujuan

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Sejarah Pertambangan Batubara di Kalimantan Timur (2)

Sumber daya batubara hampir menutupi seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Bahkan tidak sedikit permukiman yang ada di Kalimantan Timur dibangun di atas batubara itu sendiri.

Cadangan sumber daya batubara yang dimiliki Kalimantan Timur ini merupakan yang terbanyak dari tiga provinsi lain yang berada di Pulau Kalimantan. Jumlah sumber daya batubara yang ada di Pulau Kalimantan sebanyak 51,9 miliar ton.

Jumlah ini merupakan 49,6% dari total sumber daya batubara Indonesia, sebanyak 37,5 miliar ton atau 35,7% dari sumber daya batubara nasional atau 72,26% dari sumber daya batubara yang ada di Kalimantan (www.awangfaroekiishak.info/unduhdata.php/file. Diunduh 14 Desember 2011).

Kualitas cadangan batubara yang ada di bumi Kalimantan Timur merupakan yang terbaik di antara cadangan batubara yang ada di provinsi lain, termasuk provinsi lain yang ada di Pulau Kalimantan sendiri. Batubara disebut berkualitas baik apabila nilai kalori (calorifi c value) yang dikandungnya mencapai di atas 5.000 kcal/kg (kilocalorifi c/kilogram).

Berdasarkan data Pusat Sumber Daya Geologi (http//www.tekmira.esdm.go.id/Dinamika PMA doc. Diunduh 2 Februari 2012), kualitas batubara berdasarkan kalori yang dikandungnya dibagi atas empat kelas.

Yaitu: kalori rendah (<5100 kal/gr), sedang (5100–6100 kal/gr), tinggi (6100–7100 kal/gr), dan sangat tinggi (>7100 kal/gr). Jumlah cadangan batubara yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2005 tercatat 2.071,68 juta ton; di mana sekitar 1.064,82 juta ton berada di kelas berkalori tinggi; 941,62 juta ton, berkalori sedang; 65,24 juta ton,
berkalori sangat tinggi, dan jumlah batubara berkalori rendah adalah nihil (Tim Kajian Batubara Nasional 2006).

Tingkat kalori batubara juga menjadi indikator usia dari sumber daya tersebut. Apabila nilai kalori batubara semakin tinggi, maka semakin tua usia batubara tersebut. Sebaliknya, semakin rendah nilai kalorinya, semakin muda pula usia batubaranya.

Hanya saja, nilai kalori batubara yang berada pada kelas sangat tinggi sesungguhnya tidak terlalu diharapkan. Karena kandungan batubara yang berada pada lapisan tanah relatif tipis sehingga secara ekonomis kurang menguntungkan untuk dieksploitasi.

Kemungkinan besar nilai investasi yang dikeluarkan untuk mengeksploitasi batubara itu jauh lebih besar daripada nilai ekonomi yang diperoleh apabila dilakukan eksploitasi.
Nilai kalori batubara dari tingkat sedang hingga ke tinggi inilah, kualitas yang dapat memenuhi standar pasar internasional, terutama yang ditujukan kepada negara-negara maju. Sementara batubara yang berasal dari tempat lain, nilai kalorinya kurang dari angka tersebut. Sehingga kurang diminati oleh konsumen mancanegara.

Batubara kualitas rendah yang tidak untuk ekspor, lebih banyak dikonsumsi untuk pemenuhan energi dalam negeri.

Berdasarkan kualitas batubara dari Kalimantan Timur yang berada di atas rata-rata, maka batubara dari provinsi yang dikenal dengan Bumi Etam ini lebih banyak diekspor daripada dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Produksi batubara Kalimantan Timur menyumbang sekitar 60% sampai 70% produksi nasional. Produksi tahun 2010 saja dari perusahaan pemilik izin PKP2B9 mencapai 139.020.363 metrik ton (MT), dengan jumlah ekspor 37.607.344 MT atau sekitar 71,3%.

Sementara untuk kebutuhan dalam negeri hanya 37.607.344 MT atau 28,7% saja. Adapun produksi perusahaan pemilik izin usaha pertambangan IUP untuk tahun 2010 itu adalah 13.847.564 MT (Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur 2011).(bersambung)

Sumber Tulisan:
Jurnal LIPI berjudul “PERTAMBANGAN BATU BARA: ANTARA MENDULANG RUPIAH DAN MENEBAR POTENSI KONFLIK” oleh Robert Siburian (peneliti pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

3 weeks ago

Minelog Services Indonesia

Dari tantangan kita memperoleh kesuksesan, motivasi dan peningkatan karakter pribadi. Tantangan menciptakan energi positif bagi kita untuk bekerja lebih giat dan mencapai banyak hal. Mengambil tantangan menciptakan ketahanan mental dan membuat kita lebih kuat. Ini dapat berlaku untuk kehidupan pribadi seperti halnya kehidupan kerja.
.
Hadapi Tantangan dan Hadang Batasanmu.
.
Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook