• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

Facebook Posts

11 hours ago

Minelog Services Indonesia

Kegiatan survei topografi MSI untuk proyek Hotel di Bogor ... See MoreSee Less

View on Facebook

2 days ago

Minelog Services Indonesia

Safety talk Tim MSI dalam proyek SMM ... See MoreSee Less

View on Facebook

3 days ago

Minelog Services Indonesia

Kegiatan Pemboran dan Rig di Proyek SMM ... See MoreSee Less

View on Facebook

4 days ago

Minelog Services Indonesia

Kegiatan survei topografi MSI untuk proyek Hotel di Bogor ... See MoreSee Less

View on Facebook

Batu Bara Dongkrak Ekspor Nasional

Kinerja ekspor pada Oktober 2018 kembali meningkat 5,9 persen menjadi sebesar 15,80 miliar dolar AS dibanding bulan sebelumnya. Ekspor nonmigas memberikan kontribusi positif dengan pertumbuhan sebesar 15,2 persen menjadi 1,48 miliar dolar AS.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, kenaikan ekspor nonmigas periode Januari sampai Oktober 2018 didorong meningkatnya ekspor pertambangan sebesar 27,5 persen dan produk industri sebesar 5,7 persen, meskipun ekspor pertanian turun 8,5 persen. Barang tambang yang memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan ekspor adalah batu bara (HS 27) dan bijih, kerak, dan abu logam (HS 26).

Ekspor batu bara naik sebesar 19,6 persen dipengaruhi oleh kenaikan volume dan harga ekspornya. Sementara ekspor bijih, kerak dan abu logam naik 69,4 persen karena volume ekspornya melonjak sebanyak 249,6 persen.

Produk industri yang berperan pada tercapainya target ekspor nonmigas antara lain besi dan baja (HS 72) naik 91,7 persen, berbagai produk kimia (HS 38) naik 32,2 persen, kertas/karton naik 20,6 persen, bubur kertas naik 23,5 persen, produk besi dan baja (HS 73) naik 26,6 persen, serta aluminium (HS 76) naik 45 persen. "Penguatan ekspor ini menjadi peluang memperbaiki kinerja neraca perdagangan," ujar Enggar dalam rilis yang diterima Republika, Senin (3/12).

Sementara itu, kinerja impor bulan Oktober 2018 naik sebesar 20,6 persen atau 17,62 miliar dolar AS dibanding bulan sebelumnya (mtm). Kenaikan ini terdiri dari impor nonmigas 14,71 miliar dolar AS atau naik 19,4 persen dan impor migas 2,91 miliar dolar AS atau naik 27,0 persen.

Berdasarkan kegunaan barangnya, impor bahan baku/penolong menyumbang kenaikan impor terbesar di bulan Oktober 2018. Impor bahan baku/penolong naik 22,6 persen dan impor barang modal naik 15,6 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara impor barang konsumsi naik 13,3 persen, namun masih turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Bahan baku/penolong yang berperan signifikan terhadap kenaikan impor antara lain bahan baku olahan untuk industri berupa baja lembaran, gulungan, dan kawat baja, bahan bakar dan pelumas olahan. Sementara itu, barang modal yang mendorong kenaikan impor antara lain excavator, bulldozer, main board PCBA, telepon genggam, dan truk sampah.

Sedangkan untuk barang konsumsi yang memberikan kontribusi pada kenaikan impor adalah barang konsumsi setengah tahan lama dan barang konsumsi tahan lama. Termasuk di antaranya gula, buah-buahan, susu, mentega, dan telur, serta bahan bakar & pelumas (olahan), alat angkutan bukan untuk industri, dan mobil penumpang.

sumber: Republika.co.id

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #GeophysicalLogging #geolistrik #logging
... See MoreSee Less

View on Facebook

2 weeks ago

Minelog Services Indonesia

Safety Talk di Proyek SMM sebelum aktivitas Pemboran dan Rig ... See MoreSee Less

View on Facebook

2 weeks ago

Minelog Services Indonesia

Kegiatan survei topografi MSI untuk proyek Hotel di Bogor ... See MoreSee Less

View on Facebook

2 weeks ago

Minelog Services Indonesia

Event Vendor Gathering with PT Asmin Bara Bronang (02 November 2018) ... See MoreSee Less

View on Facebook

Pasar Batu Bara Domestik Dipandang Menjanjikan

Pasar batu bara di dalam negeri dipandang masih cukup menjanjikan. Penyerapan dari sektor industri dan pembangkit listrik menjadi penggerak pertumbuhan bisnis batu bara domestik.

“Kami melihat pasar batu bara di dalam negeri masih menjanjikan. Ada kebutuhan cukup besar dari sektor industri di Pulau Jawa dan pembangkit listrik PLN di berbagai lokasi,” ujar Denny Chandra, Direktur Utama PT Atria Multi Energi dalam pernyataannya, Minggu (25/11/2018).

Meski permintaan cukup tinggi, data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperlihatkan bahwa sekitar 75 persen batu bara dikirim ke luar negeri. Per akhir September 2018 tercatat produksi batu bara mencapai 344 juta ton, adapaun sekitar 259,1 juta ton dikirim ke pasar ekspor.

Di sisi lain, Kementerian ESDM menetapkan Harga Batu bara Acuan (HBA) November 2018 sebesar 97,90 dollar AS per ton. Harga tersebut lebih rendah 2,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 100,89 dollar AS per ton.

Terkait sektor industri, tambah Denny, permintaan masih mengalir dari industri atau manufaktur di kawasan Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten. Menggeliatnya sektor manufaktur di Pulau Jawa dipastikan bakal terus menggenjot konsumsi batu bara.

“Di Jawa Timur saja permintaannya bisa mencapai 750.000 ton per bulan", sebut dia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, baru-baru ini, mengatakan pihaknya optimistis pertumbuhan industri manufaktur mencapai 5 persem pada 2019. Untuk tahun ini, berdasarkan catatan Kemperin, industri pengolahan nonmigas masih menunjukkan kinerja yang positif.

Pada kuartal II 2018 sektor ini tumbuh hingga 4,41 persen atau lebih tinggi dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 3,93 persen.

“Permintaan batu bara masih bermunculan dari sektor industri manufaktur makanan, tekstil hingga semen,” ujar Denny.

sumber: kompas.com
#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #GeophysicalLogging #geolistrik #logging
... See MoreSee Less

View on Facebook

3 weeks ago

Minelog Services Indonesia

Pengajian bersama MSI di AULA dengan Ust. Hilmy dan Hanafi Rais ... See MoreSee Less

View on Facebook