• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

Mengenal Transparansi Pertambangan Minerba Melalui Kode KCMI

By adminmsi In Uncategorized

06

Feb
2019

Dunia pertambangan mineral dan batubara, terus dituntut untuk menerapkan prinsip transparansi, standarisasi, dan akuntabilitas. Hal ini penting untuk memberikan tingkat kepastian dan kepercayaan bagi para pemangku kepentingan.

Di Indonesia, kebutuhan akan standarisasi, transparansi, dan akuntabel di industri pertambangan, telah dikembangkan oleh Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

Kedua organisasi profesi ini, melalui Komite Bersama IAGI – Perhapi, sejak 2009, telah menyusun dan mengembangkan kode pelaporan hasil eksplorasi, estimasi sumber daya, dan cadangan mineral dan batubara.

Hasilnya, pada 2011 telah dihasilkan apa yang kemudian dikenal dengan Kode Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI). Kode KCMI adalah sebuah kode profesional yang digunakan sebagai panduan pelaporan publik untuk hasil eksplorasi, sumberdaya, dan cadangan mineral dan batubara.

Kode ini memuat ketentuan bagaimana syarat minimal yang harus dipenuhi dalam membuat pelaporan hasil eksplorasi, pernyataan sumber daya dan cadangan, dan siapa yang dapat membuat pelaporan tersebut serta tanggung jawab bagi pembuat laporan.

Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) adalah sebuah komite yang bertanggung jawab pada pengembangan, pengkinian, dan sosialisasi Kode KCMI.

Anggota KCMI terdiri dari perwakilan dari Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan representatif dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral Republik Indonesia, dari Bursa Efek Indonesia, dan dari Badan Geologi.

Kenapa kode KCMI menjadi penting?

Kegiatan pertambangan mineral dan batubara, mulai dari eskplorasi awal hingga pembangunan infrastruktur, ekspansi produksi dan akuisisi tambang adalah kegiatan yang memerlukan pendanaan besar.

Karena itu, dasar bagi investor eksternal atau internal perusahaan tambang untuk menyediakan dana, adalah status sumberdaya dan cadangan (resources and reserves) yang merefleksikan harapan dan keyakinan investor atas kemungkinan pengembalian investasi dan pertumbuhan aset.

Agar investor dapat melakukan keputusan yang tepat dan berimbang (balanced judgement) dalam rangka penyediaan dana atau investasi, maka status sumberdaya dan cadangan harus berdasarkan pelaporan yang akurat dan kredibel.

Kode KCMI pertama kali diresmikan pada bulan September 2011 melalui Konvensi Nasional KCMI. Kode KCMI 2011 tersebut telah direvisi di akhir 2017 dengan diresmikannya Kode KCMI 2017.

Penerbitan kode yang baru ini dilakukan bertepatan dengan diterimanya KCMI sebagai anggota CRIRSCO (Committee for Mineral Reserves International Reporting Standards) yang ke-11.

Sejak diterbitkan pertama kali tahun 2011, pengakuan dan penerimaan atas Kode KCMI makin meluas. Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Peraturan I-A.1 yang berlaku sejak 1 November 2014, mengakui pernyataan cadangan minerba yang ditandatangani oleh Competent Person Indonesia (CPI) yang bekerja berdasarkan Kode KCMI; dimana pernyataan cadangan tersebut dijadikan dasar bagi perusahaan tambang yang akan mencatatkan sahamnya di BEI.

Dirjen Minerba dalam Keputusan No. 569DJB/2015 juga mewajibkan sejak bulan April 2017, bahwa pelaporan hasil eksplorasi, sumberdaya dan cadangan minerba mengacu kepada Kode KCMI serta ditandatangani oleh CPI

Keterbukaan informasi sudah menjadi sebuah keniscayaan di era global sekarang ini. Termasuk, dunia mineral dan batubara (minerba).

Selama ini, informasi atau pelaporan di sekitar minerba terkesan simpang siur dan cenderung ditutup-tutupi oleh pelaku usaha. Ini yang membuat pihak-pihak yang berkepentingan kesulitan untuk mendapatkan data akurat mengenai segala jenis sumber daya mineral, daerah eksplorasi, dan cadangannya di Indonesia.

Melalui Kode KCMI, diharapkan bisa menjaga kepercayaan dan dalam rangka penegakan kepatuhan pada dunia pertambangan. Terutama, agar publik, investor/calon investor, dapat terlindungi dari kemungkinan malpraktik, dan pada gilirannya, industri petambangan tetap berkontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan seluruh rakyat.

(dari berbagai sumber)

Leave a reply