• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

PT MSI dan Prinsip Pertambangan Batubara Untuk Kemakmuran

By adminmsi In Uncategorized

13

Feb
2019

Pertambangan batubara memiliki peran penting dalam pembangunan. Mulai dari menghasilkan bahan-bahan baku untuk industri, penyerapan tenaga kerja, sumber devisa negara hingga meningkatkan pendapatan asli daerah.

Usaha pertambangan juga memperkenalkan teknologi, melatih tenaga terampil, dan memasukkan pola manajemen modern. Namun, pada sisi lain pertambangan juga memiliki dampak. Bisa berupa kerusakan atau pencemaran lingkungan, air, darat, udara, kebisingan, bahkan sampai terjadinya konflik sosial.

Karena itulah, konsep dasar hak untuk menguasai pertambangan ada pada negara. Yaitu, hak untuk menguasai kekayaan sumber daya alam seperti termaktub dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945: “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

Ketentuan pasal 33 ayat (3), dapat diartikan dalam hubungan antara negara dengan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, adalah hubungan penguasaan.

Artinya bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya itu dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat, termasuk dalam hal kekayaan sumber daya alam berupa mineral dan batubara.

Dalam pengelolaaan pertambangan mineral dan batubara, hak warga negara terhadap hak lingkungan yang baik dan sehata, juga harus terjamin. Hal ini diatur di Pasal 28 H ayat (1) Undang-undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa,”Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapat lingkungan yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.”

Salah satu upaya pemerintah dalam memenuhi hak atas lingkungan yang baik dan sehat dalam pengelolaan pertambangan adalah pembangunan yang berkelanjutan dalam pertambangan, yang diintegrasikan dalam rangka pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan jangak pendek.

Pengembangan pengelolaan pertambangan batubara secara berkelanjutan, dalam hal ini berbasis lingkungan adalah suatu kebutuhan mutlak. Untuk itu, pertambangan batubara harus berjalan beriringan dengan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan cara mengembangkan pengelolaan pertambangan mineral berbasis lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan pertambangan batubara harus ditujukan pada kesejahteraan, baik masa sekarang, maupun masa mendatang. Karena itu, semua kegiatannya harus memenuhi kaidah dalam pertambangan batubara yang baik dan benar, antara lain memperhatikan :

a) lingkungan fisik dan kimia,
b) lingkungan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, dan
c) lingkungan pasca tambang.

Konsep pembangunan berkelanjutan, dalam rangka menyeimbangkan atau mengharmonisasi antara pembangunan ekonomi, dalam hal ini pertambangan batubara dengan daya dukung lingkungan, harus mengacu kepada prinsip Rio Deklaration on Environmental and Development, 1992, bahwa: “Human beings are at the center of concerns for sustainable development. They are entitled to a healthy and productive life in harmony with nature”.

Selain itu, konsep pembangunan berkelanjutan sebagai pola pembangunan berwawasan lingkungan (ecodevelopmenty) dengan prinsip-prinsipnya, juga harus mengacu pada Deklarasi Stockholm 1972.

Dari 5 dokumen yan dihasilkan pada UNCED, terdapat 5 prinsip utama dari pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yaitu:

1. Keadilan antar generasi (Intergenerational equity);

2. Keadilan dalam satu generasi (Intragenerational equity);

3. Prinsip pencegahan dini (Precautionary principle);

4. Perlindungan keanekaragaman hayati (conservation of biological diversity); dan

5. Internalisasi biaya lingkungan dan mekanisme insentif (internalisation of environment cost and incentive mechanism).

PT. Minelog Services Indonesia (MSI) adalah perusahaan yang menjadi bagian dari Persadana Grup. Selama puluhan tahun, Persada Group telah dikenal memiliki pengalaman dan profesional dalam bisnis pertambangan dan energi.

PT MSI sendiri, secara khusus memberikap servis pada eksplorasi pertambangan dan ekploitasinya. Terutama, pada pertambangan batubara dan/atau kandungan mineral lainnya.

Didukung pleh para profesional dan ahli di bidangnya, PT MSI telah membuktikan kemampuan pelayanan di bidang eksplorasi selama lebih dari 10 tahun, dengan berbagai rekam jejak proyek eksplorasi yang sukses.

(dihimpun dari berbagai sumber)

Leave a reply