• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

Rekam Jejak PT MSI & Eksplorasi Batubara Sebagai Tahap Awal yang Menentukan (2)

By adminmsi In Uncategorized

23

Jan
2019

(bersambung dari part 1)

Dalam kegiatan ini, ekplorasidilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu:

1. Survey Tinjau

Survey tinjau merupakan tahap eksplorasi batubara yang paling awal dengan tujuan untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang mengandung endapan batubara yang prospek untuk diselidiki lebih lanjut. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi studi geologi regional, interpretasi potret udara, geofisika, dan peninjauan lapangan pendahuluan. Sebelum dilakukan kegiatan survey tinjau, perlu dilakukan:
* Studi Literatur, yaitu kegiatan sebelum memilih lokasi-lokasi eksplorasi, dilakukan studi terhadap data dan peta-peta yang sudah ada (dari survei-survei terdahulu), catatan-catatan lama, laporan-laporan temuan dll, lalu dipilih daerah yang akan disurvei. Setelah pemilihan lokasi ditentukan langkah berikutnya, studi faktor-faktor geologi regional dan provinsi metalografi dari peta geologi regional sangat penting untuk memilih daerah eksplorasi, karena pembentukan endapan bahan galian dipengaruhi dan tergantung pada proses-proses geologi yang pernah terjadi, dan tanda-tandanya dapat dilihat di lapangan.
* Survey dan Pemetaan, jika peta dasar (peta topografi) dari daerah eksplorasi sudah tersedia, maka survei dan pemetaan singkapan (outcrop) atau gejala geologi lainnya sudah dapat dimulai (peta skala 1 : 200.000 sampai 1 : 50.000). Tetapi jika belum ada, maka perlu dilakukan pemetaan topografi lebih dahulu. Kalau di daerah tersebut sudah ada peta geologi, maka hal ini sangat menguntungkan, karena survei bisa langsung ditujukan untuk mencari tanda-tanda endapan yang dicari (singkapan), melengkapi peta geologi dan mengambil contoh

dari singkapan-singkapan yang penting.

2. Prospeksi

Pada tahap ini, dilakukan pemilihan lokasi daerah yang mengandung endapan batubara yang potensial untuk dikembangkan dengan tujuan untuk mengidentifikasi sebaran dan potensi endapan batubara yang akan menjadi target eksplorasi selanjutnya. Pemboran uji pada tahap ini bertujuan untuk mempelajari stratigrafi regional atau litologi, khususnya di daerah yang mempunyai indikasi adanya endapan batubara. Jarak antar titik bor berkisar dari 1000 sampai 3000 meter. Pada tahap ini peta yang dipakai mulai dari 1:50.000 sampai 1:25.000

3. Eksplorasi Pendahuluan

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh gambaran awal tentang endapan batubara yang meliputi jarak titik pengamatan, ketebalan, kemiringan lapisan, bentuk, korelasi lapisan, sebaran, struktur geologi dan sedimen, kuantitas dan kualitasnya. Jarak antar titik bor berkisar 500 – 1000 meter, skala peta yang digunakan mulai dari 1: 25.000 sampai 1:10.000. Sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Pertambangan Umum No. 661.K/201/DDJP/1996 tentang Pemberian Kuasa Pertambangan, Laporan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum perlu dilampiri dengan beberapa peta:
– Peta lokasi/situasi
– Peta geologi lintasan dan singkapan (skala 1:25.000)
– Peta kegiatan penyelidikan umum, termasuk lokasi sumur uji, parit uji, pengambilan contoh batubara (skala 1:10.000)
– Peta anomali geofisika, bila dilakukan (skala 1:10.000)
– Peta penyebaran endapan batubara dan daerah prospek (skala 1:10.000)
– Peta wilayah rencana peningkatan Kuasa Pertambangan
– Penampang sumur uji
– Penampang parit uji
– Penampang lubang bor

Dari kegiatan ini akan dihasilkan model geologi, model penyebaran endapan, gambaran mengenai cadangan geologi, kadar awal, dll. dipakai untuk menetapkan apakah daerah survei yang bersangkutan memberikan harapan baik (prospek) atau tidak. Kalau daerah tersebut mempunyai prospek yang baik maka dapat diteruskan dengan tahap eksplorasi selanjutnya.

4. Eksplorasi Rinci

Setelah tahapan eksplorasi pendahuluan diketahui bahwa cadangan yang ada mempunyai prospek yang baik, maka diteruskan dengan tahap eksplorasi detail (White, 1997). Kegiatan utama dalam tahap ini adalah sampling dengan jarak yang lebih dekat (jarak antar titik bor 200 meter), yaitu dengan memperbanyak sumur uji atau lubang bor untuk mendapatkan data yang lebih teliti mengenai penyebaran dan ketebalan cadangan (volume cadangan), penyebaran kadar/kualitas secara mendatar maupun tegak. Dari sampling yang rapat tersebut dihasilkan cadangan terhitung dengan klasifikasi terukur, dengan kesalahan yang kecil (<20%). Sebelum dilakukan kegiatan ini, dilakukan terlebih dahulu studi kelayakan dan amdal, geoteknik, serta geohidrologi. Skala peta yang digunakan adalah 1:2.000 sampai 1:500. Pengetahuan atau data yang lebih akurat mengenai kedalaman, ketebalan, kemiringan, dan penyebaran cadangan secara 3-Dimensi (panjang-lebar-tebal) serta data mengenai kekuatan batuan sampling, kondisi air tanah, dan penyebaran struktur (kalau ada) akan sangat memudahkan perencanaan kemajuan tambang, lebar/ukuran bahwa bukaan atau kemiringan lereng tambang. Juga penting untuk merencanakan produksi bulanan/tahunan dan pemilihan peralatan tambang maupun prioritas bantu lainnya. Sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Pertambangan Umum No. 661.K/201/DDJP/1996 tentang Pemberian Kuasa Pertambangan, Laporan Kuasa Pertambangan Eksplorasi perlu dilampiri dengan beberapa peta:
– Peta lokasi/situasi
– Peta topografi (skala 1:500 sampai 1:2.000)
– Peta kegiatan eksplorasi, meliputi lokasi singkapan batubara, sumur uji, parit uji, pemboran, dan pengambilan contoh batubara (skala 1:2.000 sampai 1:10.000)
– Peta geologi daerah (skala 1:500 sampai 1:2.000)
– Peta penyebaran endapan batubara (skala 1:500 sampai 1:2.000)
– Peta perhitungan 2 dimensi batubara (skala 1:500 sampai 1:2.000)
– Peta penyebaran kualitas, antara lain nilai kalori, kandungan abu, dan kandungan sulfur (skala 1:500 sampai 1:2.000)
– Peta isopach tanah penutup (skala 1:500 sampai 1:2.000)
– Peta isopach ketebalan lapisan batubara (skala 1:500 sampai 1:2.000)
– Peta kontur struktur (skala 1:500 sampai 1:2.000)
– Penampang geologi
– Penampang bor
– Penampang/sketsa singkapan batubara
– Penampang perhitungan cadangan batubara
– Fotokopi hasil analisis contoh batubara dari laboratorium
– Peta wilayah rencana peningkatan dan atau penciutan Kuasa Pertambangan

Dari uraian tentang tahapan kegiatan eksplorasi di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyelidikan lapangan bertujuan untuk mendapatkan data tentang sifat fisik-mekanik batuan, struktur geologi dan kondisi air tanah sampai dengan kedalaman rencana penambangan.
Secara spesifik harus dibuat laporan struktur geologi meliputi litologi, geometri dan kemiringan dari formasi lapisan batubara, geometri dan komposisi struktur major seperti patahan, serta domain dan orientasi dari bidang-bidang diskontinuitas.

Demikian juga dengan data geoteknik terutama sifat fisik dan mekanik dari over burden, interburden, lapisan batubara dan batuan alas. Gambaran tentang data level air tanah, permeabelitas dan aliran air tanah artesis yang diperoleh pada waktu kegiatan pengeboran dan pemasangan piezometer perlu juga dibuat dalam laporan tertulis.

PT. Minelog Services Indonesia (MSI) adalah perusahaan yang menjadi bagian dari Persadana Grup. Selama puluhan tahun, Persada Group telah dikenal memiliki pengalaman dan profesional dalam bisnis pertambangan dan energi.

PT MSI sendiri, secara khusus memberikap servis pada eksplorasi pertambangan dan ekploitasinya. Terutama, pada pertambangan batubara dan/atau kandungan mineral lainnya.

Didukung oleh para profesional dan ahli di bidangnya, PT MSI telah membuktikan kemampuan pelayanan di bidang eksplorasi selama lebih dari 10 tahun, dengan berbagai rekam jejak proyek eksplorasi yang sukses.(dihimpun dari berbagai sumber)

(end)

Leave a reply