• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

Facebook Posts

Mengenal Kualitas Batubara (1)

Batubara merupakan bahan galian fosil padat yang terdiri dari komponen kandungan air total, kandungan abu, zat terbang dan karbon padat, dimana kandungan di dalam komponen batubara tersebut akan menentukan besarnya nilai panas yang dihasilkan.

Kualitas batubara ditentukan oleh beberapa parameter yang terkandung dalam batubara, yaitu:

a. Kandungan air total (Total moisture)

Merupakan banyaknya kandungan air yang terdapat pada batubara sesuai dengan kondisi di lapangan, terdiri atas:

– Kandungan air bebas (free moisture), merupakan kandungan air yang terdapat pada permukaan batubara akibat pengaruh dari luar.

– Kandungan air bawaan (inherent moisture), merupakan kandungan air yang ada pada pori-pori batubara pada saat pembentukan batubara tersebut.

b. Zat terbang (volatile matter), merupakan zat aktif yang terdapat pada batubara, terdiri dari gas–gas yang mudah terbakar, seperti: methan (CH4), hidrogen (H2), karbon monoksida (CO), dan zat-zat yang tidak mudah terbakar seperti: uap air (H2O), karbondioksida (CO2).

c. Karbon tertambat (fixed carbon) , merupakan karbon yang tertinggal setelah dilakukan pembakaran pada batubara sesudah penguapan volatile matter.

d. Kandungan abu (ash content), merupakan hasil akhir setelah dilakukan pembakaran terhadap batubara dan diperoleh nilai inherent moisture, volatile matter dan fixed carbon.

Kandungan abu tersebut adalah sisa-sisa zat organik yang terkandung dalam batubara berasal dari pengotor bawaan saat terbentuk batubara maupun saat penambangan.

e. Kadar unsur-unsur seperti karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), sulfur (S).

f. Total sulfur

Digunakan untuk mengetahui kandungan belerang total yang terdapat pada batubara dengan membakar contoh batubara pada suhu tinggi (±1350ºC).

g, Nilai kalori

Adalah besarnya panas yang dihasilkan dari proses pembakaran batubara. Harga nilai kalor yang dilaporkan dalam bentuk:

– Gross Calorific Value (GCV) adalah nilai kalori kotor sebagai nilai kalori hasil dari pembakaran batubara dengan semua air dihitung dalam keadaan
wujud gas.

– Net Calorific Value (NCV) adalah nilai kalori bersih hasil pembakaran batubara dimana kalori yang dihasilkan merupakan nilai kalor.

(bersambung)

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

4 days ago

Minelog Services Indonesia

Pengembangan Pasar dan Efisiensi Jadi Faktor Penting Hadapi Tren Harga Batubara

Kemampuan untuk mengembangkan pasar dan efisiensi perusahaan, akan menjadi faktor penting dalam industri batubara. Ini menjadi langkah utama yang harus dilakukan, menyusul belum naiknya tren harga batubara hingga pertengahan tahun ini.

Hingga Juni, harga batubara yang tercermin dari Harga Batubara Acuan (HBA) berada di angka US$ 81,48 per ton. HBA cenderung turun sejak September 2018 lalu, dan belum mencatatkan kenaikan bulanan.

Senior Research Asia Tradepoint Futures Cahyo Dewanto mengatakan, harga rata-rata batubara secara trading economics pada Semester I tahun ini akan berada di angka US$ 74,66 per ton.

“Sejak awal tahun harga batubara telah turun kurang lebih 25% dan terus menurun,” katanya kepada media di Jakarta, Selasa (11/6).

Beberapa perusahaan batubara mengakui bahwa fluktuasi harga batubara berpengaruh terhadap kinerja perusahaannya.

Hingga Kuartal I 2019, beberapa perusahaan mencatatkan penurunan laba yang cukup signifikan. Penyebabnya, kinerja dalam hal pendapatan perusahaan masih tergantung dari harga pasar batubara.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, tahun ini, meningkatkan porsi penjualan di pasar domestik lantaran untuk pasokan Domestic Market Obligation (DMO) votalitas harga tidak terlalu besar, menjadi langkah penting.

Selain itu, pengembangan penjualan di luar pasar China guna mengimbangi fluktuasi yang besar pada harga pasar.

Saat ini, mayoritas penjualan ditujukan ke China. Sedangkan pasokan ke pasar domestik sebesar 25%. Adapun, pengembangan pasar ekspor yang yang menjadi sasaran potensial adalah India dan juga negara-negara di ASEAN.

Selain itu, efisiensi dan perbaikan proses secara berkesinambungan di perusahaan juga penting.

Efisiensi menjadi faktor kunci untuk menyiasati tren penurunan harga batubara.

Hanya saja, kondisi tersebut akan tergantung pada kesiapan perusahaan dalam melakukan mitigasi resiko berupa efisiensi atau penurunan biaya dalam operasional.

Karena, penurunan biaya tidak bisa dilakukan secepat penurunan harga yang di luar kendali perusahaan karena bergantung pada kondisi pasar.

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

5 days ago

Minelog Services Indonesia

Great Team , Great Achievement.
.
Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Usai Lebaran, Diversifikasi Usaha Tambang Batubara Akan Meningkat

Tren usaha di sektor industri batubara, diyakini akan meningkat pada upaya untuk melakukan diversifikasi. Menjelang semester II tahun 2019 ini, sejumlah perusahaan tambang batubara dipastikan akan segera melakukan diversifikasi usaha ke sektor pembangkit listrik.

Selain meningkatkan nilai tambah pertambangan, upaya diversifikasi itu juga untuk menggali sumber pendapatan selain dari penjualan produk pertambangan.

Dalam satu dekade terakhir, harga batu bara berfluktuatif. Terutama sejak 2014, harga batu bara terus terpuruk. Harga batu bara mulai kembali membaik pada 2017.

Berdasarkan data dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2018, Indonesia memiliki 37 miliar ton batu bara dengan cadangan terbuktinya sebanyak 20,11 miliar ton dan cadangan terkira 17,02 miliar ton. Jumlah cadangan tersebut naik 12 miliar ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Meskipun begitu, jumlah cadangan tersebut masih sekitar 2% saja dari total cadangan dunia. Padahal, Indonesia saat ini masih menjadi eksportir terbesar batu bara termal dunia.

Apabila dibagi rata-rata produksi per tahun sebanyak 485 juta ton, dengan asumsi tidak ada tambahan cadangan lagi, umur batu bara Indonesia hanya tinggal 76 tahun lagi.

Namun, penghitungan tersebut tidak memperhitungkan keekonomian cadangan batu bara.

Dalam keterangannya pada media, Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo mengatakan bahwa jangka waktu pemanfaatan batu bara tersebut akhirnya sangat sulit untuk dihitung. Setidaknya ada tiga faktor yang memengaruhi.

Pertama, kualitas batu bara yang bisa ditambang. Menurutnya, beberapa jenis batu bara bisa saja tidak memiliki pasar sehingga cadangannya tidak ekonomis untuk ditambang. Kedua, lokasi tambang. Ketiga, kedalaman tambang.

Nah, yang menjadi pertanyaan bukan lagi berapa lama cadangan tersebut akan habis. Tapi, berapa lama perusahaan bisa bertahan?

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia optimistis bahwa batu bara masih prospektif dalam beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, tren pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) masih berjalan di beberapa negara, khususnya Asean.

Untuk pasar dalam negeri, batu bara memang masih menjadi pilihan utama sebagai sumber energi primer untuk pembangkit listrik.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 2019—2028, dalam 10 tahun ke depan akan ada tambahan 56,4 gigawatt (GW) pembangkit listrik. Sebanyak 27.063 megawatt (MW) atau 48% menjadi jatah PLTU.

Dari tambahan kapasitas itu, akan ada peningkatan kebutuhan batu bara lebih dari 60 juta ton menjadi 153 juta ton pada 2028. Jumlah yang signifikan mengingat realisasi kebutuhan batu bara untuk pembangkit pada tahun lalu masih 91,1 juta ton.

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook
View on Facebook

Tantangan Serius Sektor Pertambangan Batubara Saat Ini

Industri pertambangan batubara masih memiliki tantangan serius di tahun-tahun ke depan. Masalah regulasi atau kebijakan, menjadi persoalan yang serius untuk mendapay perhatian, Salah satunya adalah kebijakan memasok batubara ke dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO).

DMO ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008 tentang Mineral dan Batu bara. Isi aturan itu menyebutkan pemerintah dapat menetapkan kebijakan pengutamaan mineral dan batu bara dalam negeri.

Pemerintah menetapkan 25% dari produksi pengusaha batu bara wajib dipasok untuk dalam negeri. Batu bara tersebut nantinya akan diserap industri dalam negeri dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero). Akan tetapi, tidak semua batu bara yang diproduksi perusahaan di dalam negeri cocok untuk pembangkit PLN.

Pembangkit listrik dari perusahaan pelat merah itu,hanya bisa mengolah batu bara berkalori 4.200. Dari sanalah muncul masalah.

Sebab, surat edaran Menteri ESDM Ignasius Jonan bernomor 2841/30/MEM.B/18 tertanggal 8 Juni 2018 menyebutkan sanksi pemotongan kuota produksi jika badan usaha tidak memenuhi kewajiban 25%.

Pemerintah dan pengusaha pun sempat mencari cara mengatasi itu. Salah satunya adalah transfer kuota. Jadi, perusahaan yang spesifikasi batu baranya tidak cocok membeli batu bara dari perusahaan lain.

Namun, itu pun dianggap tak menyelesaikan masalah karena harga dianggap mahal, akibatnya, banyak perusahaan yang belum memenuhi itu.

Tantangan berikutnya adalah kepastian hukum, terutama bagi pemegang Kontrak Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) generasi I yang kontraknya akan segera berakhir.

Hingga kini pemerintah belum mengeluarkan aturan mengenai perubahan PKP2B ke Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Padahal, perusahaan membutukan kepastian hukum untuk memproyeksikan produksi batubara.

Tantangan ketiga adalah pembatasan impor batubara di Tiongkok. Kebijakan ini salah satu penyebab Harga Batu bara Acuan (HBA) terus mengalami penurunan.

Padahal, Tiongkok merupakan pasar utama ekspor batu bara. Selama ini, Indonesia mengirim sekitar 30 % dari total produksi batu bara ke Tiongkok.

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Sektor Tambang Batubara Diprediksi Positif Hingga Kuartal IV/2019

Prospek sektor tambang batubara masih akan positif di kuartal II/2019 hingga kuartal IV/2019 di lantai bursa. Faktor pendorongnya, karena adanya rencana peningkatan volume produksi dan penjualan perusahaan tambang seperti PTBA, ANTM, dan TINS.

Beberapa analis sekuritas menilai bahwa kenaikan laba bersih emiten holding pertambangan sepanjang 2018 masih tinggi, sebagai dampak kenaikan harga komoditas batubara, emas, nikel, dan timah.

Faktor lain adalah kecenderungan harga patokan Newcastle yang masih stabil di kisaran US$90—US$100 dan ICI4 sudah mulai menuju level US$40/ton.

Karenanya, beberapa analis optimistis bahwa harga Harga Batubara Acuan juga akan bergerak lebih positif sepanjang kuartal II/2019— kuartal IV/2019.

Selain itu, sepanjang tahun lalu, harga komoditas sektor batubara masih berada pada level yang tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Situasi ini akan mempengaruhi kinerja perusahaan tambang yang semestinya akan jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, beberapa industri tambang batubara juga berusaha menghilangkan ketergantungan dari thermal coal lewat diversifikasi bisnis seperti pembangkit listrik, dan juga sudah mulai merambah bisnis coking coal yang membuat kinerja yang lebih positif.

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Hingga 2050, 30 Persen Bauran Energi Nasional Masih Menggunakan Batubara

Peta jalan Kebijakan Energi Nasional (KEN) menyebutkan bahwa pemanfaatan batubara dalam bauran energi nasional, ditargetkan masih sekitar 30 persen pada 2025. Akan ada penurunan hingga 25 persen. Itu akan ditargetkan pada tahun 2050.

Porsi batubara dalam bauran energi nasional masih cukup besar, karena batubara masih menjadi energi yang termurah. Karenanya, sepanjang lima tahun ini, total konsumsi batubara pada pembangkit listrik mencapai 83 juta ton atau 86 persen dari total konsumsi batubara domestik.

Selain menjadi penyumbang sumber energi nasional, batubara juga merupakan salah satu penyumbang penerimaan negara yang cukup signifikan.

Tahun 2017, tercatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM meningkat signifikan sebesar 62 persen menjadi Rp129,07 triliun (US$9,53 miliar), di mana subsektor mineral dan batu bara (minerba) memberikan kontribusi sebesar Rp40,6 triliun. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan target PNBP untuk minerba yang hanya sebesar Rp32,7 triliun

Capaian ini menunjukkan bahwa sektor energi dan sumber daya mineral, selain perannya memastikan pasokan energi yang terjangkau dan nilai tambah domestik, juga memiliki pengaruh besar terhadap pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi.

Kementerian ESDM juga telah menetapkan harga batubara khusus untuk pembangkit listrik dalam negeri sebesar US$70 per ton, yang tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor 1395 K/30/MEM/2018 tentang Harga Batu bara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum.

Pemerintah berharap dengan diterbitkannya Kepmen 139/2018, harga jual listrik berbahan baku batu bara dari PLTU tetap terjaga sehingga dapat melindungi daya beli masyarakat dan industri yang kompetitif.

Dengan langkah ini, pemerintah sendiri mentargetkan semakin banyak investasi yang akan datang ke Indonesia di masa depan, khususnya di sektor pertambangan.

Biaya Produksi Paling Rendah

Sampai saat ini, batubara masih menjadi pilihan utama PT PLN (Persero) untuk menghasilkan listrik. Alasannya, biaya produksinya paling rendah dibanding sumber energi lain, seperti minyak, gas atau pun energi terbarukan.

PLN juga masih memberlakukan sistem merit order. Sehingga batubara akan tetap banyak dibutuhkan seiring prioritas PLN terhadap pengoperasian pembangkit dengan biaya terendah. Terutama dalam hal Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU.

Data PLN menyebutkan bahwa harga listrik dari pembangkit listrik batubara saat ini masih terbilang murah, yakni sekitar US$6 sen per kWh. Sementara harga listrik dari sumber tenaga lain berkisar antara US$ 8 sen – US$ 11 sen per kWh.

Murahnya harga listrik dari batu bara tidak lepas dari kebijakan harga Domestic Market Obligation (DMO) batu bara pembangkit listrik yang ditetapkan fixed US$ 70 per ton.

Pada Kepmen ESDM No. 1395 K/30/MEM/2018, harga jual batu bara untuk PLTU dalam negeri ditetapkan senilai US$70 per ton untuk kalori acuan 6.322 kkal/kg GAR atau menggunakan harga batu bara acuan (HBA). Apabila HBA berada di bawah nilai tersebut, maka harga yang dipakai berdasarkan HBA.

PLN merupakan pasar utama batubara domestik. Untuk tahun ini dari target 485 juta ton produksi batu bara nasional, sebesar 92 juta ton diantaranya ditargetkan akan diserap PLN.

Total ada 121 juta ton kewajiban penyaluran untuk dalam negeri atau DMO batu bara.

Hingga 31 Oktober 2018 total produksi batu bara sudah mencapai 409,9 juta ton dari target awal sebesar 485 juta ton.

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Memahami Posisi Perizinan Pada Sengketa Lingkungan (3)

Menurut Pasal 1 angka 35 Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan PengelolaanLingkungan Hidup, Izin Lingkungan adalah izin yang diberikan kepada setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang wajib amdal atau UKL-UP dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai prasyarat untuk memperoleh izin usaha dan/atau kegiatan.

Secara teori, perizinan sendiri mempunya beberapa fungsi. Diantaranya adalah:

(1) Direktif, yaitu sebagai pengarah dalam pembangunan;
(2) Integratif, yaitu sebagai pembina kesatuan komunitas, masyarakat, bangsa dan negara;
(3) Stabilitas, yaitu sebagai pemelihara, termasuk memelihara hasil-hasil pembangunan,(4) Perspektif, yaitu penyempurna langkah ke depan, berupa tindakan administrasi negara atau tindak warga masyarakat;
(5) Korektif, yaitu memperbaiki tindakan administrasi negara dan warga masyarakat.
Perizinan lingkungan sendiri sering dikenal dengan izin HO. Adapun macam perizinan yang berkaiatan dengan lingkungan, adalah:
(1) izin gangguan dilakukan dengan menggunakan Hinder Ordonantie (HO).
(2) perizinan suatu proyek yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan diperlukan adanya analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal),
(3) perizinan untuk melakukan pembuangan limbah ke media lingkungan.

Pasal 36 UU No. 32 Tahun 2009 menyatakan:
(1) Setiap usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki amdal atau UKL-UPL wajib memiliki izin lingkungan.
(2) Izin lingkungan diterbitkan berdasarkan keputusan kelayakan lingkungan hidup atau rekomendasi UKL-UPL.
(3) Izin lingkungan wajib mencantumkan persyaratan yang dimuat dalam keputusan kelayakan lingkungan hidup atau rekomendasi UKL-UPL.
(4) Izin lingkungan diterbitkan oleh Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.

Amdal adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/ata kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

Sementara, UKL-UPL adalah upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup terhadap usaha dan/atau kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau.

Pasal 37 ayat (1) UU No. 32 Tahun 2009 menyatakan bahwa Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya wajib menolak permohonan izin lingkungan apabila permohonan izin tidak dilengkapi dengan analisis dampak lingkungan (amdal ) atau Unit Kelola Lingkungan-Unit Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL.

Ayat (2) menyatakan, Izin lingkungan dapat dibatalkan apabila:
a). persyaratan yang diajukan dalam permohonan izin mengan-dung cacat hukum, kekeliruan, penyalahgunaan, serta ketidakbenaran dan/atau pemalsuan data, dokumen, dan/atau informasi;
b). penerbitannya tanpa memenuhi syarat sebagaimana tercantum dalam keputusan komisi tentang kelayakan lingkungan hidup atau rekomendasi UKL-UPL; atau c). kewajiban yang ditetapkan dalam dokumen amdal atau UKL-UPL tidak dilaksanakan oleh penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan.

(dihimpun dari berbagai sumber)

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Memahami Posisi Perizinan Pada Sengketa Lingkungan (2)

Perizinan lingkungan bisa menimbulkan sengketa lingkungan. Penyelesaiannya, tidak hanya bisa melalui hukum administrasi semata. Tetapi bisa juga hingga masuk ke ranah hukum perdata, bahkan pidana.

Pembuktian hukum perdata biasa memerlukan pembuktian mengenai unsur hubungan sebab akibat, yang didasarkan pada dalil liability base on fault. Biasanya, alasan ini dinilai akan memberatkan pihak yang melakukan gugatan.

Karena itu, dengan berkembangnya industrialisasi yang menghasilkan resiko yang bertambah besar serta makin rumitnya hubungan sebab-akibat, maka teori hukum telah meninggalkan konsep “kesalahan” dan berpaling ke konsep “resiko” yang menekankan pada tangung jawab mutlak dengan didasarkan pada asas liability base on risk.

Model ke depan, penyelesaiaan sengketa perizinan lingkungan yang melibatkan masyarakat, pemerintah atau dunia usaha akan lebih baik apabila dilakukan melalui lembaga alternatif. Penyelesaian yang dirancang melalui lembaga mediasi berdasarkan win win solution.

Model penyelesaiaan ini merupakan model penyelesaiaan yang efisien, murah, cepat dan mampu menghasilkan keputusan yang lebih baik.

Gugatan Sengketa Perizinan Lingkungan

Pada era desentralisasi di Indonesia, telah menjadikan peran stakeholders sangat menentukan. Terutama sebagai penyeimbang dan kontrol kebijakan.

Peran pemerintah pusat dan daerah, koordinasi antar lembaga secara terpadu menjadi teramat penting. Lembaga perizinan lingkungan yang semula berada di Menteri Lingkungan Hidup melalui Peraturan Menteri dan Lingkungan No. 07 tahun 2014 telah dilimpahkan ke Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Pelimpahan kewenangan izin lingkungan ke BKPM dimaksudkan untuk mempermudah investasi di Indonesia melalui kebijakan pelayanan perizinan satu pintu.

Pelimpahan izin lingkungan ke BKPM sempat memunculkan kritik. Alasannya, kalau perizinan lingkungan dilimpahkan ke BKPM dengan alasan kemudahan investasi, akan berpotensi mengabaikan pertimbangan lingkungan.

Sebab, otoritas pemberian perizinan lingkungan berada di tangan BKPM. Sementara Kementerian Lingkungan dan Kehutanan hanya menjadi bagian saja atau sub BKPM, sehingga yang bertindak untuk dan atas nama menteri adalah BKPM.

Dalam tataran implementasi, juga akan menyulitkan dalam pengawan kegiatan usaha industri yang telah diizinkan. Hal ini berpotensi terjadi pelanggaran lingkungan yang sulit diawasi.

Selama ini, institusi pengawas dilakukan menteri yang ditugasi untuk mengelola lingkungan hidup, yakni Menteri Lingkungan Hidup untuk melakukan pengawasan terhadap penataan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam perizinan pendirian usaha atau kegiatan usaha menteri juga berwenang melakukan pengawasan atas semua ketentuan yang berkaitan dengan izin yang diberikan.

Menurut mantan Menteri KLH, Sony Keraf, izin lingkungan yang telah didelegasikan ke BKPM hanya bersifat prosedur formal. Padahal izin lingkungan bersifat fundamental dan kunci utama untuk memastikan pembangunan di tingkat pelaksanaan aman dan dapat dikendalikan dampaknya terhadap lingkungan

Izin lingkungan bukanlah sekedar izin formal atau kelengkapan dokumen. Tetapi perlu
pengecekan, pembuktian dan kajian ilmiah yang memastikan pembangunan yang akan dilakukan dapat dikendalikan dampaknya.

Di sini terlihat bahwa satu sisi akan memudah investor tetapi pada sisi lain pembangunan berkelanjutan dilemahkan. Karena itu, kebijakan tersebut dianggap sebagai kemunduran besar dari semangat UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Ketentuan sanksi administrasi dalam UU No. 32 Tahun 2009 diatur dalam Pasal 76 disebutkan Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota, dapat menerapkan sanksi administratif kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan jika dalam pengawasan ditemukan pelanggaran terhadap izin lingkungan.

Penyelesaian sengketa lingkungan dapat juga diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dalam hal ini PTUN mempunyai kewenangan menjatuhkan sanksi administrasi melalui keputusan administrasi terhadap perizinan yang telah dikeluarkan pejabat yang berwenang.

Gugatan perizinan lingkungan dapat dikategorikan sebagai sengketa administrasi,
merupakan bentuk respon terhadap petaka lingkungan, dimana masyarakat yang menjadi korban dan peduli lingkungan berusaha untuk melakukan penuntutan dalam rangka untuk melindungi lingkungan.

(bersambung)

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook