• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

Facebook Posts

19 hours ago

Minelog Services Indonesia

Go out and earn your respect. Respect is not given, It is earned.

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Memahami Politik Hukum Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara di Indonesia (1)

Pertambangan adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan penggalian kedalam tanah (bumi) untuk mendapatkan sesuatu yang berupa hasil tambang.

Undang-undang Mineral dan Batubara, pada Pasal 1 angka 1 menjelaskan secara khusus, bahwa: “Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.”

Pengertian tersebut, dalam arti luas meliputi berbagai kegiatan pertambangan yang ruang lingkupnya dapat dilakukan sebelum penambangan, proses penambangan, dan sesudah proses penambangan.

Ada dua hal yang diatur dalam UU Minerba, yaitu bahan tambang mineral dan batubara. Karena itulah, Hukum Pertambangan merupakan salah satu bidang kajian hukum yang mengalami perkembangan yang pesat.

Hal ini terlihat dengan ditetapkannya berbagai peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pertambangan.

Pada dekade tahun 1960-an, undang-undang yang mengatur tentang pertambangan, adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan.

Ini berbeda pada dekade tahun 2000, atau khususnya pada tahun 2009. Pada masa ini, Pemerintah dengan persetujuan DPR RI telah menetapkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Pulau Sumatera memiliki kekayaan alam hasil tambang berupa minyak bumi, batu bara, tembaga, timah, granit, dan beberapa hasil tambang lainnya.

Pulau Kalimantan menyimpan kekayaan tambang berupa batu bara dan minyak bumi. Pulau Jawa yang memiliki hasil tambang berupa minyak bumi, bijih besi, granit, dan hasil tambang lainnya.

Di Pulau Sulawesi tersebar hasil tambang mangaan, fosfat, tembaga, nikel, dan beberapa hasil tambang lainnya, dan di pulau paling timur di Indonesia yaitu Papua menyimpan kekayaan tambang minyak bumi, emas, perak, tembaga dan beberapa hasil tambang lainnya.

Berdasarkan pasal 33 ayat (3) dan ayat (4) UUD 1945, negara diberikan kewenangan oleh UUD 1945 untuk menguasai SDA dalam rangka sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Artinya, mineral dan batubara yang terkandung dalam wilayah hukum pertambangan Indonesia merupakan kekayaan alam tak terbarukan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang mempunyai peranan penting dalam memenuhi hajat hidup orang banyak, karena itu pengelolaannya harus dikuasai oleh Negara untuk memberi nilai tambah secara nyata bagi perekonomian nasional dalam usaha mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan.

Hak penguasaan negara itu sendiri, berisi wewenang untuk mengatur, mengurus dan mengawasi pengelolaan atau pengusahaan pertambangan serta berisi kewajiban untuk mempergunakannya sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Secara normatif, politik hukum pengelolaan sumber daya alam di Indonesia sudah ditentukan dalam Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) UUD 1945.

Pasal 33 ayat (2) berbunyi: “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara”.

Pasal 33 ayat (3) berbunyi: “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar
kemakmuran rakyat”.

Kajian dalam Pasal 33 UUD 1945 merupakan dasar dalam pengelolaan pertambangan yang bertujuan untuk menciptakan keadilan.

Namun, keadilan dalam Pasal 33 UUD 1945 lebih bermotif keadilan ekonomi daripada keadilan ekologi. Sehingga dengan berdasarkan pada Pasal 28H UUD 1945 yang menyatakan bahwa “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan menempatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan” dimaknai bahwa hak atas lingkungan yang baik dan sehat adalah bagian dari hak asasi manusia disamping hak asasi manusia yang lain.

Negara sebagai pemegang hak pengelola berdasar pada Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD 1945 harus berpihak kepada kepentingan bangsa. Ideologi keberpihakan negara kepada kepentingan bangsa ditegaskan lebih lanjut dalam Pasal 2 Undang-Undang Minerba yang menyatakan bahwa Pertambangan mineral dan/atau batubara dikelola berasaskan:

a. manfaat, keadilan, dan keseimbangan;
b. keberpihakan kepeda kepentingan bangsa;
c. partisipatif, transparansi, dan akuntabilitas;
d. berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Meskipun asas keberpihakan negara kepada kepentingan bangsa sudah tertulis di dalam UU Minerba, akan tetapi dalam penjelasan undang-undang tersebut tidak menjelaskan makna dan hakekat dari asas keberpihakan kepada kepentingan bangsa.

Tujuan dari UU Minerba adalah memberikan nilai tambah secara nyata kepada pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Karena itu, penguasaan bahan galian tidak hanya menjadi monopoli pemerintah semata-mata, tetapi juga diberikan hak kepada orang dan/atau badan hukum untuk mengusahakan bahan galian sehingga secara optimal.

Agar orang atau badan hukum dapat mengusahakan pertambangan minerba, Pemerintah Pusat dan Daerah Provinsi, Kabupaten/ Kota selayaknya dapat memberikan izin kuasa pertambangan sebagaimana diatur dalam UU Minerba.

Namun, sejak berlaku UU Pemda 2014, kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota untuk menerbitkan kuasa izin pertambangan menjadi hapus.

(bersambung)

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Manajemen Pertambangan Batubara dan Pengalaman PT MSI (Bagian 2)

Langkah manajerial dalam pertambangan setelah merancang manajemen produksi, adalah menerapkan manajemen tambang itu sendiri. Dalam manajemen tambang, hal yang penting untuk dilakukan adalah menerapkan langkah yang disebut sebagai Selective Mining.

Kegiatan selective mining merupakan tahap setelah kegiatan eksplorasi yang tujuannya untuk mencari dan menemukan endapan batubara yang bernilai ekonomis dan layak untuk dieksploitasi.

Setelah mendapatkan core sample yang representatif untuk dianalisa di laboratorium guna mengetahui kualitas batubara pada deposit endapan batubara yang ada, maka yang diperlukan adalah pelaksanaan menyangkut analisa keseluruhan data boring dan kontrol kualitas core sample batubara dari hasil eksplorasi yang telah dilaksanakan.

Hal ini merupakan dasar dalam penentuan mine brand dari deposit batubara tersebut. Di sinilah rancangan penambangan “selective mining” diperlukan, terutama untuk mewujudkan new mine brand.

Dalam kegiatan ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Diantaranya adalah:

Tambang-tambang yang sedang berproduksi nantinya mempunyai batas batas dan limit kedalaman yang tegas, yang sesuai dangan new mine brand yang sama dangan daerah penambangan berlisensi dan yang beroperasi menurut sebuah rencana penambangan, serta pengelompokan dari tipe new mine brand yang sesuai dangan spesifikasi dan klasilikasi mutu batubara yang ditambang.
Merealisasikan program kerja pada saat penambangan batubara untuk waktu ke depan.
Menentukan lokasi tempat pencampuran (blending) di stock pile yang sesuai.
Tahap pencampuran (Blending Works) sendiri, merupakan suatu cara untuk mendapatkan nilai kalori batubara yang sesuai dangan permintaan konsumen. Tahap ini dilakukan dangan cara mencampur tipe jenis batubara yang tidak hanya dari satu jenis tipe saja, tetapi dipakai dengan dua tipe atau lebih agar mendapatkan nilai kalori yang sesuai permintaan pasar (konsumen).

Produksi atas hasil kerja pencampuran (blending) adalah kunci besar untuk mencapai jenis mine brand yang baru. Di antaranya:

1) Pencampuran utama ada di lokasi tambang (mine site) atau mine site stock yard. Batubara mine brand yang merupakan kiriman dari mine site stock yards yang merupakan perubahan untuk nama market brand.

2) Semua dari material pencampuran pada mine site dan mine site stock yard No.1 atau perbaikan dan stacker (stockyard No. 1 of mine site).

3) Untuk mendapatkan hasil kerja pencampuran yang baik kuncinya adalah metode pengambilan contoh yang baik dari stock pile tersebut.

Dalam merealisasikan rencana pekerjaan pencampuran batubara (blending), terdapat beberapa langkah kerja umum yang harus diperhatikan sebagai penentu keberhasilan program blending tersebut, di antaranya adalah :

1. Posisi dalam rencana penambangan dan rencana penjualan jangka panjang

Step 1:

Mengkalkulasi rencana penambangan (long middle one year plan) dangan mine brand yang sesuai dangan karakteristik batubara setiap tambang dari data boring insitu yang telah dilakukan pada kegiatan eksplorasi.

Step 2:

Membuat rencana produksi yang paling menguntungkan sesuai dengan market brand yang didasarkan kepada program blending yang dapat dilakukan. Jenis market brand yang menguntungkan dan diprioritaskan untuk di produksi.

Step 3:

Bandingkan hal di atas (market brand) dangan rencana penjualan.

Step 4:

Membuat strategi pemasaran disesuaikan dangan rencana produksi dan penjualan yang paling menguntungkan.

Step 5:

Hubungan yang baik di dalam perusahaan antara bagian perencanaan, produksi, kontrol kualitas dan pemasaran.

PT. Minelog Services Indonesia (MSI) adalah perusahaan yang menjadi bagian dari Persadana Grup. Selama puluhan tahun, Persada Group telah dikenal memiliki pengalaman dan profesional dalam bisnis pertambangan dan energi.

PT MSI sendiri, secara khusus memberikan servis pada eksplorasi pertambangan dan eksploitasinya. Terutama, pada pertambangan batubara dan/atau kandungan mineral lainnya.

Didukung oleh para profesional dan ahli di bidangnya, PT MSI telah membuktikan kemampuan pelayanan di bidang eksplorasi selama lebih dari 10 tahun, dengan berbagai rekam jejak proyek eksplorasi yang sukses.

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Manajemen Pertambangan Batubara dan Pengalaman PT MSI (Bagian 1)

Pertambangan batubara, selain terdiri dari kegiatan eksplorasi dan infrastruktur, juga ditentukan oleh pekerjaan manajerial. Secara umum, pengertian manajemen dalam sebuah industri atau kegiatan pertambangan batubara, secara terbatas diartikan sebagai segala usaha untuk mendayagunakan faktor-faktor produksi.

Usaha itu dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, actuating dan kontrol di setiap institusi di lingkungan perusahaan untuk mencapai tujuan. Dalam pengertian tersebut, mendayagunakan berarti menggunakan sesuatu secara tepat, sesuai dan hemat.

Karena itu, fungsi umum dari manajemen itu meliputi perencanaan atau pengendalian,
pengorganisasian dan pengendalian atau pengawasan.

Pada industri atau usaha pertambangan batubara, keberadaan manajemen akan meliputi:

1. Manajemen Produksi

Dalam produksi atau industri, manajemen produksi diartikan sebagai usaha untuk mengatur dan mengupayakan agar komoditi yang terdapat dalam suatu usaha produksi penambangan mempunyai nilai jual lebih. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi khusus dalam memproduksi bahan galian tersebut.

Dalam memproduksi bahan galian tambang, yang perlu diperhatikan adalah ketersedian bahan tambang. Mengingat, bahan tambang merupakan bahan yang tidak dapat diperbaharui.

Karena itu, dalam produksi pertambangan, pengaturan-pengaturan produksi sangat diperlukan. Diantaranya adalah pengendalian produksi, selective mining, dan pencampuran (Blending Works).

Tujuan utama dari kegiatan-kegiatan tersebut, adalah bagaimana dapat menambah nilai jual dari bahan tambang di satu sisi dan tidak menyebabkan pemborosan produk berkualitas di sisi lain.

Tentang pengendalian produksi, secara umum adalah kegiatan yang berkaitan dengan perkiraan atau ramalan output yang dikehendaki, menentukan input yang diperlukan, perencanaan dan penjadwalan pengolahan bahan baku melalui pengubahan/konversi dan atau rangkaian dari urutan pembuatan.

Masalah terpenting dalam pengendalian produksi sangat tergantung kepada pertimbangan yang diambil baik oleh industri ataupun perusahaan. Pertimbangan ini akan merupakan data yang tersedia atau yang dapat digunakan dan akan bervariasi dari suatu keadaan menjadi keadaan lainnya.

Data tersebut terdiri dari tipe data yang diperlukan, karakteristik pengolahan atau operasi pembuatan/pengerjaan, pelayanan yang diminta konsumen, karakteristik produksi, dll.

Tujuan utama kegiatan pengendalian produksi ini sendiri, diantaranya adalah untuk:

a) Rancangan produk yang dibuat, mempunyai tanggung jawab terhadap pengembangan produk dengan harga yang dapat dijual dan mampu menterjemahkannya ke dalam uraian produk, gambar produk dan spesifikasi produk. Juga mengendalikan semua perubahan-perubahan utama yang ada dalam produk yang dibuat.

b) Rancangan proses, mempunyai tanggung jawab terhadap pengembangan proses efisien untuk mengolah atau mengerjakan produk yang dikembangkan oleh bagian rancangan produk.

c) Rancangan perkakas, mempunyai tanggung jawab untuk dapat mewujudkan kebutuhan dan kemampuan mesin yang akan digunakan untuk mengerjakan produk secara efisien.

d) Keteknikan, mempunyai tanggung jawab terhadap lokasi peralatan secara fisik, rancangan dan pemasangan fasilitas pabrik serta bangunannya serta memperhatikan masalah K3 terhadap karyawannya.

e) Penaksiran biaya, merupakan kegiatan yang berhubungan dengan biaya-biaya yang mungkin digunakan dalam mengerjakan produk. Fungsi ini bermanfaat dalam menaksir biaya untuk penentuan jumlah produk yang akan dibeli oleh konsumen dan juga untuk menaksir bagian-bagian biaya yang pasti dikeluarkan.

f) Metode dan standard pengerjaan, mempunyai tanggungjawab terhadap pembuatan metoda kerja secara rinci dan standard untuk operasi pengerjaan yang diperlukan dalam membuat barang.

Sementara, fungsi pengendalian produksi itu sendiri meliputi:

a) Memperkirakan permintaan produk yang dinyatakan dengan jumlah sebagai suatu fungsi waktu.

b) Memantau permintaan nyata dan membandingkan dengan ramalan permintaan serta memperbaiki ramalan tersebut jika diperlukan.

c) Membuat jumlah ekonomis untuk pembelian dan pembuatan produk yang bermutu.

d) Membuat sistem pengendalian secara ekonomis.

e) Membuat keperluan produksi dan tinggat pengendalian pada batas waktu tertentu.

f) Memantau tingkat pengendalian dan membandingkannya dengan rencana pengendalian serta memperbaiki rencana produksi, jika diperlukan

g) Membuat rincian dari jadwal produksi, penugasan kerja, beban mesin dll.

h) Melakukan perencanaan proyek dengan tanpa mengabaikan masalah lingkungan serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Mengenal Karakter Bisnis Pertambangan Batubara

Pertambangan batubara, memiliki karakter yang spesifik. Selain karena sifat pertambangan yang mengubah bentang alam (bukit menjadi lembah, lembah menjadi bukit), juga ada efek lain. Yaitu, dampak lingkungan.

Karena itu, pertambangan batubara memiliki kriteria yang ketat, terutama mengenai dampak lingkungan dan sosial. Sehingga, diperlukan profesionalisme dan komitmen untuk menjadi “good mining practice.”

Adapun karakter bisnis pertambangan yang paling penting untuk diketahui, adalah:

1. Padat modal:

Pertambangan memerlukan investasi besar. Dari puluhan juta hingga puluhan milyar dolar untuk eksplorasi, pembukaan dan pengoperasian tambang hingga reklamasi pascatambang. Ini semua menjadi beban perusahaan, bukan cost recovery yang ditanggung negara seperti di industri migas.

2. Lokasi terpencil:

Karakter ini menuntut dunia pertambangan untuk membangun infrastruktur dasar, seperti listrik, air, jalan, pelabuhan, bandara dan lain-lain. Semuanya sering kali harus dibuat sendiri.

3. Risiko tinggi:

Ketidakpastian geologi membutuhkan kegiatan eksplorasi di awal proyek untuk menemukan cadangan serta memastikan kuantitas dan kualitasnya, dan sepanjang puluhan tahun umur tambang untuk mengganti cadangan tertambang. Pada akhirnya cadangan akan habis karena industri ini bersifat tak terbarukan.

Risiko harga komoditas yang turun naik di luar kontrol menjadikan industri tambang pun bersifat price taker. Karena ini semua, industri tambang memerlukan kepastian hukum jangka panjang.

Namun demikian, industri tambang juga memberikan peluang terbukanya membuka lapangan kerja dengan multiplier effect besar dan gaji tertinggi.

4. Tanggung jawab sosial dan kepedulian lingkungan yang tinggi serta komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja merupakan karakter industri pertambangan. Selain itu juga sebagai bagian dari license to operate.

Karena itulah, UUD 45 Pasal 33 mengamanatkan bahwa bumi, air seisinya (termasuk cadangan bahan tambang) dikuasai / dimiliki oleh negara, dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pemanfaatan bahan-bahan tambang ini dilakukan melalui izin atau kontrak kepada BUMN dan pihak swasta. Pajak, royalty serta deviden merupakan pendapatan yang diatur negara, dan seyogyanya memang harus dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Jasa Konsultan Pertambangan dan Portofolio PT MSI (Bagian-2)

Mendapatkan konsultan yang terbaik, untuk usaha pertambangan batubara, bukan saja menentukan hasil yang akan didapat. Tapi juga bisa mencapai visi dan misi pertambangan.

Inilah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan pilihan konsultan pertambangan. Diantaranya:

4) Pastikan pelayanan yang ramah dan penawaran harga pekerjaan yang logis.

Jasa konsultan pertambangan profesional pasti memiliki layanan konsultasi terbaik untuk para calon konsumen yang datang. Karena klien membutuhkan dan memiliki kepentingan pekerjaan tambang dan bor berbeda-beda. Layanan yang ramah dan memberikan solusi, menjadi salah satu tanda bahwa konsultan di bidang geologi tersebut sangat berpengalaman. Terutama berkaitan dengan penawaran harga yang diberikan oleh konsultan bidang geologi, harus sesuai dengan fasilitas pekerjaan yang akan didapatkan oleh klien.

5) Pilih konsultan bidang pertambangan yang berani menawarkan garansi pekerjaan yang dilakukan

Jika ada konsultan geologi untuk tambang yang memiliki waktu untuk garansi pekerjaan, maka ini berarti dia berani menunjukkan kualitas dari pekerjaan yang dilakukan.

PT. Minelog Services Indonesia (MSI) adalah perusahaan yang menjadi bagian dari Persadana Grup. Selama puluhan tahun, Persada Group telah dikenal memiliki pengalaman dan profesional dalam bisnis pertambangan dan energi.

PT MSI sendiri, secara khusus memberikan servis pada eksplorasi pertambangan dan eksploitasinya. Terutama, pada pertambangan batubara dan/atau kandungan mineral lainnya.

Didukung oleh para profesional dan ahli di bidangnya, PT MSI telah membuktikan kemampuan pelayanan di bidang eksplorasi selama lebih dari 10 tahun, dengan berbagai rekam jejak proyek eksplorasi yang sukses.

Kunjungi Kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Benarkah Dunia ini hanya dimiliki oleh Orang -orang yang "Energic" ? Sepenting itukah Energi ?
.
Yaa dan Benar. Hidup kita di hadapi banyak rintangan, banyak terjangan dan perlu energi untuk menghadapi hal tersebut. Meraih mimpi dan cita - cita pun diperlukan Energi
.
So.. Be Energetic
.
Kunjungi Kami di minelog-services.com/
.
#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Jasa Konsultan Pertambangan dan Portofolio PT MSI (Bagian-1)

Pekerjaan pertambangan, memiliki tingkat kesulitan dan tantangan yang tinggi. Selain teknik pekerjaan, pertambangan juga melibatkan berbagai alat berat dan alat-alat canggih lainnya.

Pertambangan juga melibatkan beberapa disiplin ilmu dan pekerjaan profesional lainnya. Untuk pekerjaan industri pertambangan, langkah awal biasanya dimulai dengan menentukan mitra atau partner jasa konsultan geologi.

Konsultan geologi, adalah seorang atau sekelompok orang ahli yang menggeluti bidang pengetahuan struktur bumi. Mereka adalah para ahli yang mempelajari secara keseluruhan lempengan bumi, lapisan tanah bumi, sifat fisik, komposisi bumi dan masih banyak lagi.

Dalam pertambangan batubara, jasa konsultan bidang geologi sangat dibutuhkan. Terutama untuk pekerjaan pengeboran tanah. Untuk mendapatkan hasil terbaik, maka diperlukan konsultan geoteknik yang terbaik pula.

Tentu, tidak mudah untuk mendapatkan konsultan yang tidak saja terbaik. Tapi juga sesuai dengan visi dan misi pertambangan. Karena itu, setidaknya ada beberapa tips dalam menentukan pilihan konsultan pertambangan. Diantaranya:

1. Legalitas Badan Usaha Konsultan Bidang Pertambangan

Persoalan ini, menjadi langkah awal yang menentukan. Karena, pekerjaan dunia tambang memiliki risiko yang tinggi. Termasuk budget yang akan dikeluarkan. Konsultan geologi yang berpengalaman dan profesional dalam mengetahui sifat bumi (fisik, mekanik, mineral dan kimia), menjadi sangat penting. Keahlian ini, akan terlihat dari legalitas usaha jasa konsultan tersebut. Legalitas dari seorang atau sekelompok konsultan, juga akan memperlihatkan lama atau baru jasa tersebut berdiri. Semakin lama jasa tersebut berdiri, maka semakin baik pekerjaannya selama ini menjadi konsultan di bidang pengeboran tambang di Indonesia. Dan yang pasti, pekerjaan bor tambang hasil bumi, menggunakan standar prosedur yang sesuai dari segi keamanan, keselamatan dan hasil.

2. Kejelasan Domisili Alamat Konsultan Bidang Pertambangan

Setelah legalitas izin usaha badan konsultan geoteknik, yang juga harus diperhatikan adalah alamat dari jasa konsultan tersebut. Tentunya, hal ini berkaitan dengan hasil pekerjaan untuk menentukan titik lokasi tambang yang dilakukan oleh konsultan pertambangan. Apabila ada kesalahan dan kendala berarti salah satunya adalah hasil tambang yang tidak sesuai karena salah titik, pengguna akan tahu dengan pasti alamat yang dituju untuk bertanya kepada konsultannya.

3. Portofolio Pekerjaan Konsultan Bidang Pertambangan

Jasa konsultan geologi yang berpengalaman dan profesional, tidak saja terlihat dari tahun berdirinya. Tapi juga berapa banyak klien yang telah ditangani. Semakin banyak bukti portofolio yang berani ditunjukkan oleh jasa konsultan untuk geologi, maka semakin baik pekerjaan yang dilakukan. Karena ini menjadi bukti, klien percaya dengan jasa konsultasi bidang geologi tersebut. Laporan akhir pekerjaan dari jasa konsultan geologi juga harus dilihat, karena ini menentukan portofolionya.

Kunjungi kami di minelog-services.com/

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Mengendalikan Dampak Lingkungan Penambangan Batubara Dan Profesionalisme PT MSI

Dampak terhadap lingkungan dalam setiap kegiatan penambangan, sangat penting untuk diperhatikan dan dikelola secara profesional. Karena, pertambangan batubara adalah penyumbang dari meningkatnya devisa negara dan pendapatan asli daerah. Di samping, mampu menampung tenaga kerja.

Secara teori, definisi dari pencemaran lingkungan adalah suatu keadaan yang terjadi karena perubahan kondisi tata lingkungan (tanah, udara dan air) yang tidak menguntungkan (merusak dan merugikan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan).

Hal ini disebabkan oleh kehadiran benda-benda asing (seperti sampah, limbah industri, minyak, logam berbahaya, dsb.) sebagai akibat perbuatan manusia, sehingga mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti semula.

Dalam pertambangan batubara, potensi terjadinya dampak lingkungan bisa terjadi. Misalnya pencemaran air. Permukaan batubara yang mengandung pirit (besi sulfide) yang berinteraksi dengan air, bisa menghasilkan asam sulfat yang tinggi sehingga terbunuhnya ikan-ikan di sungai, tumbuhan, dan biota air yang sensitif terhadap perubahan pH yang drastis.

Batubara yang mengandung uranium dalam konsentrasi rendah, torium, dan isotop radioaktif yang terbentuk secara alami, jika dibuang juga bisa mengakibatkan kontaminasi radioaktif.

Meskipun senyawa-senyawa ini terkandung dalam konsentrasi rendah, namun akan memberi dampak signifikan jika dibuang ke lingkungan dalam jumlah yang besar.

Dengan adanya risiko dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan, maka perlu kinerja yang ketat agar penambangan batubara dapat memenuhi standar lingkungan, sehingga dapat diterima pasar.

Harus dibangun prinsip kerja, bahwa pengelolaan sumber daya alam hasil penambangan adalah untuk kemakmuran rakyat. Karena itulah, salah satu cara yang harus dilakukan untuk mengatasi dampak lingkungan, adalah dengan pengembangan wilayah atau community development.

Perusahaan pertambangan wajib ikut mengembangkan wilayah sekitar lokasi tambang, termasuk yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia. Karena hasil tambang suatu saat akan habis maka pengelolaan kegiatan penambangan sangat penting dan tidak boleh terjadi kesalahan.

PT. Minelog Services Indonesia (MSI) adalah perusahaan yang menjadi bagian dari Persadana Grup. Selama puluhan tahun, Persada Group telah dikenal memiliki pengalaman dan profesional dalam bisnis pertambangan dan energi.

PT MSI sendiri, secara khusus memberikan servis pada eksplorasi pertambangan dan eksploitasinya. Terutama, pada pertambangan batubara dan/atau kandungan mineral lainnya.

Didukung oleh para profesional dan ahli di bidangnya, PT MSI telah membuktikan kemampuan pelayanan di bidang eksplorasi selama lebih dari 10 tahun, dengan berbagai rekam jejak proyek eksplorasi yang sukses.

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook

Mengelola Dampak Isu Lingkungan Dan Profesionalisme PT MSI

Isu lingkungan, adalah isu sensitif bagi pertambangan batubara. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga bisa menjadi celah pelemahan harga batubara di tingkat global. Harga batubara kontrak pengiriman bulan April 2019, di ICE Futures terkikis 2,52% menjadi US$ 85 per metrik ton. Ini menjadi level terburuk sejak April 2018. Faktor penyebabnya adalah isu lingkungan,

Karena itulah, dampak terhadap kingkungan dalam setiap kegiatan penambangan, sangat penting untuk diperhatikan dan dikelola secara profesional. Karena bagaimanapun juga, pertambangan batubara adalah penyumbang dari meningkatnya devisa negara dan pendapatan asli daerah. Di samping, mampu menampung tenaga kerja.

Secara umum, dampak negatif dari kegiatan penambangan dapat dikelompokan dalam beberapa bentuk. Diantaranya adalah kerusakan permukaan bumi, ampas buangan (tailing), kebisingan, polusi udara, menurunnya permukaan bumi (land subsidence), dan kerusakan karena transportasi alat dan pengangkut berat.

Karena adanya risiko dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan, maka perlu kinerja yang ketat agar penambangan batubara dapat memenuhi standar lingkungan, sehingga dapat diterima pasar.

Apalagi, kebanyakan komoditi hasil tambang, biasanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Sehingga harus hati-hati dalam pengelolaannya.

Harus dibangun prinsip kerja, bahwa pengelolaan sumber daya alam hasil penambangan adalah untuk kemakmuran rakyat. Karena itulah, salah satu cara yang harus dilakukan untuk mengatasi dampak lingkungan, adalah dengan pengembangan wilayah atau community development.

Perusahaan pertambangan wajib ikut mengembangkan wilayah sekitar lokasi tambang, termasuk yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia. Karena hasil tambang suatu saat akan habis maka pengelolaan kegiatan penambangan sangat penting dan tidak boleh terjadi kesalahan.

PT. Minelog Services Indonesia (MSI) adalah perusahaan yang menjadi bagian dari Persadana Grup. Selama puluhan tahun, Persada Group telah dikenal memiliki pengalaman dan profesional dalam bisnis pertambangan dan energi.

PT MSI sendiri, secara khusus memberikan servis pada eksplorasi pertambangan dan eksploitasinya. Terutama, pada pertambangan batubara dan/atau kandungan mineral lainnya.

Didukung oleh para profesional dan ahli di bidangnya, PT MSI telah membuktikan kemampuan pelayanan di bidang eksplorasi selama lebih dari 10 tahun, dengan berbagai rekam jejak proyek eksplorasi yang sukses.

#coal #minelogservicesindonesia #pertambangan #miningcoal #batubara #msi #eksplorasitambang #hargabatubara #infopertambangan #beritapertambangan #konsultantambang #konsultantambangbatubara #konsultaneksplorasi #geolistrik #logging #Literaturestudy #FieldSurvey #ExplorationPlanning #MineDesign #drillingservice #geophysicallogging
... See MoreSee Less

View on Facebook