• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

Mengenal Kandungan Gas di Dalam Batubara

By adminmsi In Uncategorized

22

Mar
2019

Dari bentuk fisiknya, batubara merupakan benda padat. Bahkan, batubara terlihat seperti batu yang keras. Tapi, di dalam batubara, sebenarnya banyak sekali terdapat pori-pori yang berukuran lebih kecil dari skala mikron.

Inilah yang membuat batubara itu ibarat sebuah spon. Nah, dengan struktur seperti itulah menjadikan batubara memiliki kemampuan menyimpan gas dalam jumlah yang banyak. Permukaan batubara juga mempunyai kemampuan mengadsorpsi gas.

Luas permukaan batubara, menjadikannya mampu menyerap gas dalam jumlah yang besar. Jika tekanan gas semakin tinggi, maka kemampuan batubara untuk mengadsorpsi gas juga semakin besar.

Gas yang terperangkap pada batubara, sebagian besar terdiri dari gas metana. Secara umum, gas ini disebut dengan Coal Bed Methane atau disingkat CBM.

Dalam klasifikasi energi, CBM termasuk unconventional energy (peringkat 3). Kategorinya sama dengan Tight Sand Gas, Devonian Shale Gas, dan Gas Hydrate.

Sedangkan untuk high quality gas (peringkat 1) dan Low Quality Gas (peringkat 2) dianggap sebagai conventional gas.

Dalam lapisan batubara, banyak terdapat rekahan (cleat), yang terbentuk ketika berlangsung proses pembatubaraan. Melalui rekahan itulah air dan gas mengalir di dalam lapisan batubara.

Bagian pada batubara, dikelilingi oleh rekahan yang disebut dengan matriks (coal matrix). Itu merupakan tempat dimana kebanyakan CBM menempel pada pori-pori yang terdapat di dalamnya.

Jadi, lapisan batubara pada target eksplorasi CBM, selain berperan sebagai reservoir, juga berperan sebagai source rock. CBM bisa keluar (desorption) dari matriks melalui rekahan, dengan merendahkan tekanan air pada target lapisan.

Hubungan antara kuantitas CBM yang tersimpan dalam matriks terhadap tekanan, dinamakan kurva Langmuir Isotherm. Proses tersebut bisa terjadi pada suhu yang konstan terhadap perubahan tekanan.

Karena itulah, untuk memperoleh CBM, sumur produksi pengeboran pertambangan batubara, dibuat dari permukaan tanah sampai ke lapisan batubara target. Karena di dalam tanah sendiri, lapisan batubara mengalami tekanan yang tinggi.

Efek penurunan tekanan, bisa timbul bila air tanah di sekitar lapisan batubara dipompa (dewatering) ke atas. Hal ini akan menyebabkan gas metana terlepas dari lapisan batubara yang memerangkapnya. Selanjutnya, akan mengalir ke permukaan tanah melalui sumur produksi tadi. Selain gas, air dalam jumlah yang banyak juga akan keluar pada proses produksi ini.(dari berbagai sumber)

Leave a reply