• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

Mengenal Pemodelan Prakiraan Penyediaan dan Pemanfaatan Energi dengan Skenario Optimasi Pengolahan Batubara di Indonesia (1)

By adminmsi In News

10

Jul
2019

Pemerintah, secara bertahap harus mulai mengurangi ekspor energi fosil dan menjadikan sumber daya energi sebagai modal pembangunan. Caranya, dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi bagi pembangunan ekonomi nasional, penciptaan nilai tambah, dan penyerapan tenaga kerja.

Hal ini, sebagaimana amanat Undang-Undang Energi yang terdapat di dalam arah kebijakan energi nasional.

Dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan energi yang semakin meningkat, pemanfaatan batubara tidak hanya dijual sebagai komoditas ekspor atau dibakar secara langsung. Tetapi, bisa diolah menjadi energi alternatif pengganti minyak dan gas yang saat ini produksinya cenderung sudah mulai menurun.

Analisa penyediaan dan kebutuhan energi dalam kegiatan ini, dibangun berdasarkan sistem dinamik. Sistem dinamik adalah salah satu metodologi dan teknik pemodelan yang kuat untuk memahami dan menjelaskan struktur umpan balik (feedback structure), delay, serta hubungan nonlinear antar variabel dalam sebuah sistem
kompleks.

Pendekatan sistem dinamik digunakan untuk mengintegrasikan sistem pasokan dan kebutuhan energi untuk menyediakan proyeksi mendatang dalam beberapa scenario dengan mempertimbangkan feedback antara pasokan, kebutuhan, dan harga
dalam rangka penyusunan rekomendasi kebijakan energi.

Kondisi sektor energi Indonesia sendiri, secara keseluruhan menunjukan perkembangan yang positif. Terutama selama tahun 2016.

Ini diawali dengan penurunan harga minyak global hingga kisaran US$30 per barel yang berpengaruh terhadap penurunan harga BBM di dalam negeri oleh Pemerintah pada bulan Januari dan April.

Kehandalan infrastruktur juga menjadi bagian yang sangat diperhatikan oleh Pemerintah, baik di sektor ketenagalistrikan maupun di sektor migas.

Kondisi bauran energi primer Indonesia diperkirakan masih akan didominasi oleh bahan bakar fosil hingga 15 tahun ke depan. Minyak masih menjadi energi utama dalam total penyediaan energi primer nasional.

Porsi minyak dalam bauran energi primer mencapai 39% dari total penyediaan energi primer 2977 MBOE pada tahun 2030, turun dari sebelumnya 42% pada tahun 2016.

Kinerja sektor batubara Indonesia menjelang akhir tahun 2016 menunjukan perkembangan positif, meskipun pada semester pertama 2016 sempat menunjukan kinerja yang kurang menggembirakan.

Hingga akhir tahun 2016 realisasi produksi batubara Indonesia yang berasal dari pemegang PKP2B, IUP BUMN, dan IUP yang dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi mencapai 434 juta ton, melebihi jumlah produksi batubara yang ditargetkan sebear 419 juta ton.

Ekspor batubara Indonesia pada tahun 2016 mencapai hampir 370 juta ton yang terdiri dari cooking coal 83.08 juta ton, thermal coal 228 juta ton, dan lignite sebesar 58.25 juta ton.

Penjualan batubara yang tercatat untuk kepentingan dalam negeri (DMO) mencapai 90.5 juta ton batubara, secara keseluruhan tumbuh sebesar 5% secara year on year.

Peluang pasar batubara dalam negeri masih cenderung terus naik hingga sepuluh tahun ke depan bersamaan dengan massifnya pembangunan pembangkit listrik berbasis batubara.

Diperkirakan dalam sepuluh tahun mendatang, kebutuhan batubara domesik per tahun akan mencapai 167 juta ton dari total kebutuhan batubara saat ini sekitar 90 juta ton per tahun dengan tingkat rata-rata pertumbuhan 1.04% per tahun.

(bersambung)

Leave a reply