• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

Mengenal Pemodelan Prakiraan Penyediaan dan Pemanfaatan Energi dengan Skenario Optimasi Pengolahan Batubara di Indonesia (2)

By adminmsi In News

12

Jul
2019

Kondisi sektor energi Indonesia secara keseluruhan menunjukan perkembangan yang positif sejak tahun 2016. Situasi ini diawali dengan penurunan harga minyak global hingga kisaran US$30 per barel yang berpengaruh terhadap penurunan harga BBM di dalam negeri oleh Pemerintah pada bulan Januari dan April.

Kebijakan ini kemudian diikuti dengan kebijakan penurunan harga untuk gas yang digunakan khususnya pada industri petrokimia, industri pupuk, dan industri baja.

Kebijakan penurunan harga energi yang dilakukan Pemerintah memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Meskipun di satu sisi penurunan harga minyak mengakibatkan berkurangnya penerimaan Negara dari sektor migas.

Namun di sisi lain, Indonesia dapat menghemat devisa sekitar Rp2.6 milyar setiap penurunan harga minyak sebesar US$1 per barel (Bank Indonesia, 2016).

Sementara, penurunan harga gas memberikan efek positif terhadap peningkatan kinerja sektor industri, peningkatan daya saing, peningkatan nilai tambah ekonomi dan penambahan penerimaan Negara dari pajak industri turunan.

Hasil kajian yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian, dengan adannya penurunan harga gas hingga 47% dapat memberikan tambahan penerimaan Negara dari

pajak industri turunan hingga lebih dari Rp20 triliun.

Kehandalan infrastruktur juga menjadi bagian yang sangat diperhatikan oleh Pemerintah pada tahun 2016. Selama 2016, Pemerintah telah berhasil menambah kapasitas pembangkit lebih dari 4,000 MW dari sebelumnya 55,528 MW pada tahun 2015 menjadi 59,656 MW.

Pemerintah juga telah membangun, 2,116 km jaringan transmisi dan distribusi, dan meningkatkan rasio eletrifikasi hingga lebih dari 91% dari sebelumnya 87.35% pada tahun 2015. Meskipun demikian, perkembangan infrastruktur pembangkit listrik EBT relatif tidak terlalu pesat selama 2016.

Pembangkit-pembangkit EBT yang beroperasi dan masuk ke dalam grid lebih banyak pembangkit skala kecil dan berasal dari proyek yang dibangun oleh Kementerian ESDM sebagai bagian dari program listrik desa.

Selain infrastruktur ketenagalistrikan, pembangunan dan pengembangan infrastruktur migas juga menjadi perhatian pemerintah guna mendorong aksesibilitas masyarakat kepada sumber-sumber energi modern.

Pengembangan kapasitas kilang serta pembangunan jaringan gas kota merupakan indikator yang menjadi sasaran capaian kinerja pemerintah.

Sayangnya, pengembangan kapasitas kilang sangat sulit dilakukan karena jumlah investasi yang sangat besar dan pengembalian yang terlalu kecil sehingga sejak tahun 1994 setelah Refinery Unit VI Balongan beroperasi tidak ada lagi penambahan fasilitas kilang baru yang signifikan.

Salah satu infrastruktur pengolahan migas yang berhasil dibangun Pemerintah adalah kilang LNG Sengkang dengan nilai investasi sebesar USD 558 juta, kapasitas 2 MPTA meskipun hingga akhir tahun 2016 masih ada kendala dalam pembebasan lahan untuk

pembangunan pipa hulu sepanjang 19 km.

Terkait dengan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga, selama tahun 2016 pemerintah telah berhasil menambah sambungan gas rumah tangga hingga 88,915 sambungan rumah yang terbagi di beberapa kota; Balikpapan (3,849 SR), Tarakan (21,000 SR), Surabaya (24,000 SR), Prabumulih (32,000 SR), Cilegon (4,066 SR) dan Batam (4,000 SR).

Kondisi bauran energi primer Indonesia diperkirakan masih akan didominasi oleh bahan bakar fosil hingga 15 tahun kedepan. Minyak masih menjadi energi utama dalam total penyediaan energi primer nasional.

Porsi minyak dalam bauran energi primer mencapai 39% dari total penyediaan energi primer 2977 MBOE pada tahun 2030, turun dari sebelumnya 42% pada tahun 2016.

Tingginya kebutuhan terhadap minyak tidak terlepas dari adanya peningkatan kapasitas

kilang minyak mengakibatkan peningkatan kebutuhan crude untuk intake kilang, serta menunjukan bahwa program-program diversifikasi yang saat ini direncanakan masih belum dapat secara signifikan menurunkan ketergantungan Indonesia terhadap energi minyak di masa mendatang. 

Di sisi lain, bauran energi terbarukan sendiri diperkirakan mengalami pertumbuhan yang tinggi namun masih belum dapat memenuhi target yang diamanatkan di dalam kebijakan energi nasional. 

Dibandingkan dengan bauran EBT pada tahun 2016, bauran EBT dalam total penyediaan energi primer secara persentase meningkat dari 6% pada 2016 menjadi 15% pada tahun 2030.(bersambung)

Leave a reply