• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

Mengenal Pemodelan Prakiraan Penyediaan dan Pemanfaatan Energi dengan Skenario Optimasi Pengolahan Batubara di Indonesia (3)

By adminmsi In News

15

Jul
2019

Pembatasan produksi batubara, harus menjadi strategi yang benar-benar dipertimbangkan. Terutama untuk tercapainya upaya mewujudkan konservasi cadangan batubara nasional.

Saat ini, memang ada target pembatasan produksi batubara. Yaitu, pada angka 400 juta. Ini akan menjadi sebuah kesulitan tersendiri dalam implementasinya menyangkut jumlah dan siapa yang akan dikurangi tingkat produksinya.

Industri gasifikasi batubara memiliki angka pengganda output sebesar 2.1292. Artinya, setiap kenaikan permintaan sektor gasifikasi batubara sebesar 1 satuan, akan meningkatkan total ekonomi Indonesia sebesar 2.1292 satuan.

Berdasarkan hasil simulasi model input-output, jika terjadi pengurangan ekspor batubara sebesar 1%, tanpa adanya pengalihan untuk pemanfaatan lain di dalam negeri, maka output dan nilai tambah (PDB) Indonesia akan berkurang sebesar 0.02%.

Sementara jika terjadi pengurangan ekspor batubara sebesar 1% dan kemudian seluruhnya dialihkan untuk sektor gasifikasi batubara, maka output sektor gasifikasi batubara akan meningkat 0.03 persen. Total nilai tambah (PDB) Indonesia akan meningkat sebesar 0,02 persen.

Dalam skala global, China merupakan Negara yang memiliki dominasi terbesar terhadap batubara. China menggunakan setengah batubara global dan memproduksi hampir 50% dari total produksi batubara dunia.

Pada tahun 2015 produksi dan penggunaan batubara di China sempat mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir.

Penurunan tersebut selain disebabkan karena adanya perlambatan pertumbuhan penggunaan listrik di industri semen dan baja, kebijakan diversifikasi energi untuk mendorong pertumbuhan pembangkit energi terbarukan, juga dipengaruhi karena adanya kebijakan pelarangan pembangunan pembangkit batubara baru di beberapa kawasan industri sejak 2013, serta pembatasan penggunaan batubara di 12 provinsi selama 2014 hingga 2017 (World Resorces Institute, 2016).

Pada tahun 2016, produksi batubara China masih menunjukan penurunan meskipun harga komoditas batubara sempat mengalami lonjakan pada pertengahan kedua 2016. Produksi batubara China 2016 bertahan pada angka 3.36 milyar ton, atau lebih rendah 9.4 persen dari produksi batubara China pada 2015.

Penurunan ini juga diikuti di sisi penggunaan, dimana pada tahun 2016 konsumsi batubara China turun 4.7% meskipun jika dilihat secara total penggunaan energi, China mengalami kenaikan konsumsi energi hingga 1.4% pada tahun 2016.

Adanya upaya China untuk mengejar target pencapaian emisi dan menangani permasalahan polusi udara menyebabkan Pemerintah China mulai melakukan perubahan arah kebijakan penggunaan batubara dengan mengurangi pembangkit batubara baik yang saat ini sedang beroperasi maupun yang terdapat di dalam rencana pembangunan mendatang.

Pada akhir tahun 2016, Pemerintah China menunda pembangunan 30 unit PLTU Batubara dengan kapasitas 17 GW dan membatalkan 104 unit lebih rencana pembangunan PLTU Batubara dengan kapasitas 120 GW (cleantechnica, 2017).

Penurunan produksi batubara juga terjadi di Amerika Serikat, yang termasuk sebagai Negara pengguna batubara terbesar kedua setelah China. Produksi batubara USA pada tahun 2016 17% lebih rendah dari tingkat produksi batubara pada tahun 2015 dan merupakan yang terendah sejak 1978.

Penurunan biaya gas alam, biaya investasi energi terbarukan, adanya kebijakan untuk melindungi kesehatan masyarakat, kebutuhan tenaga listrik yang lebih rendah di musim dingin karena temperature yang lebih hangat, serta rendahnya permintaan batubara internasional, khususnya China yang selama ini dijadikan tujuan utama ekspor batubara Amerika Serikat merupakan faktor-faktor yang berkontirbusi terhadap penurunan produksi batubara Amerika Serikat (EIA, 2017).

Sedikit berbeda dengan apa yang terjadi pada sektor batubara di Indonesia. Kinerja sektor batubara Indonesia menjelang akhir tahun 2016 menunjukan perkembangan positif, meskipun pada semester pertama 2016 sempat menunjukan kinerja yang kurang menggembirakan.(bersambung)

Leave a reply