• svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed
  • svg
  • svg
  • svg
  • svg
thumb

Head Office in Indonesia

Kawasan Industri & Gudang Taman Tekno BSD Blok G1 No. 10. Sektor XI Bumi Serpong Damai Sektor XI Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15314

Contact Us

Looking for a quality and best for your next project?

* Please Fill Required Fields *
img

Call Us

+62 815 7104 409 or +62 815 1684 783

Working Hours

We are happy to meet you during our working hours. Please make an appointment.

  • Monday 7.30 AM - 6 PM
  • Tuesday 7.30 AM - 6 PM
  • Wednesday 7.30 AM - 6 PM
  • Thursday 7.30 AM - 6 PM
  • Friday 7.30 AM - 6 PM
  • SaturdayClosed
  • SundayClosed

Potensi Kandungan Coal Bed Methane Dalam Batubara di Indonesia

By adminmsi In Uncategorized

25

Mar
2019

Coal Bed Methane atau CBM, adalah kandungan gas yang terperangkap pada batubara, yang sebagian besar terdiri dari gas metana.

Berdasarkan riset geosains organik dengan menggunakan isotop stabil karbon bernomor masa 13, pola pembentukan CBM terbagi dalam dua jenis pola.

Pertama, sebagian besar CBM adalah gas yang terbentuk ketika terjadi perubahan kimia pada batubara akibat pengaruh panas, yang berlangsung di kedalaman tanah. Ini disebut dengan proses thermogenesis.

Kedua, untuk CBM pada lapisan brown coal (lignit) yang terdapat di kedalaman kurang dari 200 meter, gas metana terbentuk oleh aktivitas mikroorganisme yang berada di lingkungan anaerob. Ini disebut dengan proses biogenesis. Baik yang terbentuk secara thermogenesis maupun biogenesis, gas yang terperangkap dalam lapisan batubara disebut dengan CBM.

Kuantitas CBM berkaitan erat dengan peringkat batubara. Kuantitas CBM bisa bertambah dari gambut hingga mencapai medium volatile bituminous. Atau, bisa berkurang hingga antrasit. Kuantitas gas akan semakin banyak jika lapisan batubaranya semakin tebal.

Dari penelitian Steven dan Hadiyanto, 2005, (IAGI special publication) ada 11 cekungan batubara (coal basin) di Indonesia yang memiliki CBM, dengan 4 besar urutan cadangan. Keempat besar urutan cadangan itu, adalah:

1. Sumsel (183 Tcf)
2. Barito (101.6 Tcf)
3. Kutai (80.4 Tcf)
4. Sumatera Tengah (52.5 Tcf).

Data di atas menunjukkan bahwa sumber daya CBM di Sumatera Selatan, sama dengan total (conventional) gas reserves di seluruh Indonesia.(*)

Leave a reply